Penegasan itu disampaikan Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian saat melakukan kunjungan kerja pengawasan Program Revitalisasi Sekolah Tahun 2026 di SMK Negeri 4 Balikpapan.
Kegiatan yang berlangsung di Harukareh Ballroom tersebut dihadiri para siswa, guru, dan sejumlah kepala sekolah penerima bantuan revitalisasi di Kalimantan Timur.
Hetifah mengatakan keberhasilan revitalisasi sekolah harus dapat diukur dari dampaknya terhadap kenyamanan belajar siswa, efektivitas pengajaran guru, serta peningkatan hasil belajar. Pembangunan fisik semata tidak cukup jika tidak dibarengi perubahan kualitas proses belajar-mengajar.
“Gedung yang bagus harus diikuti peningkatan mutu pembelajaran agar program revitalisasi benar-benar memberi manfaat,” kata Hetifah dalam siaran pers tertulis yang diterima Korankaltim.com Kamis (7/5/2026).
Sejumlah program pembangunan pendidikan sebelumnya lebih menitikberatkan pada aspek infrastruktur tanpa diikuti transformasi pembelajaran di sekolah.
Karena itu Hetifah menilai revitalisasi sekolah harus menjadi momentum pembenahan sistem pendidikan secara menyeluruh.
Program revitalisasi sekolah mencakup pembangunan dan rehabilitasi ruang kelas, penyediaan fasilitas sanitasi yang layak, pembangunan laboratorium dan ruang praktik, perbaikan perpustakaan, serta fasilitas pendukung lain untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.
Hetifah menyebut fasilitas dasar pendidikan merupakan kebutuhan utama dalam mendukung kualitas pendidikan.
“Kami tidak bisa berbicara soal kualitas pendidikan jika masih ada sekolah dengan fasilitas dasar yang belum memadai,” ujar Hetifah.
Berdasarkan data Program Revitalisasi Sekolah Tahun 2025 di Kalimantan Timur, terdapat 286 satuan pendidikan penerima bantuan yang tersebar di 10 kabupaten/kota dengan cakupan seluruh jenjang pendidikan mulai PAUD hingga SMK.
Program tersebut dinilai strategis karena menjangkau berbagai wilayah, termasuk kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) dan daerah yang masih menghadapi tantangan akses pendidikan.
Hetifah menekankan pentingnya pendekatan berbasis kebutuhan dalam penyaluran bantuan revitalisasi sekolah dan meminta agar setiap intervensi dilakukan sesuai kondisi riil di lapangan agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan efektif.
Selain pembangunan sarana fisik, Hetifah juga mendorong peningkatan kapasitas guru dan pemanfaatan teknologi pembelajaran sebagai bagian dari transformasi pendidikan. “Jangan sampai fasilitas sekolah sudah baik, tetapi metode pembelajarannya tidak berkembang,” tambahnya.
Pemerataan kualitas pendidikan di Kalimantan Timur harus menjadi prioritas di tengah pembangunan IKN. Seluruh anak diberbagai daerah diharapkan memperoleh kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas dan lingkungan belajar yang layak.
Sementara itu Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah I Kalimantan Timur Winarno menambahkan, program revitalisasi sangat membantu peningkatan sarana pendidikan dan mendukung proses belajar-mengajar di sekolah.
Hal senada juga disampaikan Kepala SMK Negeri 4 Balikpapan, Emilia Monalita, bahwa revitalisasi yang diterima sekolahnya kedepan akan berimbas positif. "Tentu ini juga akan berdampak positif terhadap kenyamanan siswa dan efektivitas kegiatan pembelajaran," kata Emilia.
Editor: Aspian Nur