Teranyar, dana tahap kedua sebesar Rp117,55 miliar telah disalurkan ke 51 perguruan tinggi pada pertengahan Maret. Sebelumnya, tahap pertama senilai Rp103,1 miliar juga telah dikucurkan pada akhir Februari.
Kepala Biro Kesra Pemprov Kaltim, Dasmiah, memastikan seluruh dana tersebut sudah masuk ke rekening masing-masing kampus.
“Sudah ditransfer ke rekening kampus, jadi tinggal proses di internal masing-masing perguruan tinggi,” ujarnya, Senin (13/4/2025).
Lanjutnya, anggaran yang telah terserap mencapai Rp220,65 miliar dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 48.676 mahasiswa. Rinciannya, 27.548 mahasiswa pada tahap kedua dan 21.128 mahasiswa pada tahap pertama.
Langkah percepatan ini menjadi sinyal kuat bahwa sektor pendidikan tetap menjadi prioritas di tengah tekanan fiskal daerah. Bahkan, Pemprov Kaltim menargetkan jangkauan program Gratispol terus diperluas sepanjang tahun ini.
Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, menegaskan alokasi besar untuk pendidikan bukan sekadar belanja rutin, melainkan strategi jangka panjang pembangunan daerah.
“Ini investasi untuk masa depan. Kami ingin akses pendidikan tinggi semakin terbuka bagi anak-anak Kaltim,” tegasnya.
Pada 2026, program Gratispol ditargetkan menjangkau hingga 158.981 mahasiswa dengan total anggaran sekitar Rp1,377 triliun. Target tersebut menunjukkan skala program yang terus diperbesar seiring kebutuhan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dengan realisasi yang terus dikebut di awal tahun, Pemprov Kaltim berharap distribusi bantuan bisa lebih tepat waktu, sekaligus menjaga keberlanjutan pendidikan mahasiswa di tengah tantangan ekonomi.
Editor: Erwin