Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda Asli Nuryadin menjelaskan, pengerjaan fisik di lapangan sebenarnya telah berjalan sejak penandatanganan kontrak beberapa minggu lalu, meski peresmian nasional baru dilakukan hari ini. “Seperti yang terlihat, pekerjaan fisik sudah berjalan,” ujar Asli.
Proyek strategis ini didanai sepenuhnya oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan alokasi anggaran mencapai sekitar Rp247 Miliar.
Fasilitas yang disediakan mencakup jenjang pendidikan SD hingga SMA, lengkap dengan masjid, lapangan sepak bola, hingga perumahan dinas. Namun nilai anggaran tersebut kemungkinan besar belum termasuk kebutuhan mebel. "Ini menjadi kebanggaan bagi kami karena Samarinda tercatat sebagai salah satu dari 114 sekolah yang sudah memulai pekerjaan fisik,” ucap Asli lagi.
Mengenai pembagian wewenang, pengerjaan fisik berada di bawah kendali Kementerian PUPR, sementara operasional sekolah nantinya akan ditangani oleh Kementerian Sosial (Kemensos), termasuk penyediaan makan, laptop, pakaian, serta kebutuhan siswa lainnya.
Saat ini, aktivitas SR di Samarinda telah berjalan melalui fasilitasi pemerintah kota di lokasi Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) dan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktifitas (BPVP), serta SMA 16 untuk jenjang provinsi.
Estimasi waktu pembangunan ditargetkan rampung enam hingga tujuh bulan. Setelah itu, seluruh aktivitas akan dipusatkan di lokasi tersebut. "Seluruh penganggaran berasal dari pusat, pemerintah daerah berperan sebagai penerima manfaat sekaligus pendukung, khususnya dalam penyediaan lahan,” jelas Asli.
Diharapkan pembangunan ini berjalan lancar agar memberikan dampak positif bagi pendidikan di Samarinda. "Nanti semua kebijakan itu teman-teman dari Kemensos yang mengatur," tutup Asli.
Editor: Aspian Nur