Di tempat tersebut digelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) perdana untuk siswa baru Sekolah Rakyat (SR) jenjang SMP dan SMA. Saat para siswa mengikuti kegiatan MPLS, para orangtua sibuk menyiapkan perlengkapan anak mereka untuk tinggal di asrama.
Para wali siswa mendampingi buah hati mereka dengan membawa tas, seragam, dan keperluan lain. Guru serta kepala sekolah menyambut kedatangan mereka, memastikan proses registrasi dan penempatan di asrama berjalan lancar.
Primawati, orangtua siswa kelas 1 SMP SR menceritakan proses anaknya bisa diterima disekolah tersebut setelah sebelumnya mengetahui program tersebut dari RT setempat karena menerima bantuan pemerintah.
“Kami ditanya mau tidak anaknya ikut SR. Setelah itu kami disurvei dulu, benar tidaknya masuk kategori keluarga kurang mampu,” ujar Primawati kepada Korankaltim.com.
Anak Primawati sebelumnya bersekolah di SDN 012 Jalan Datu Iba, Samarinda Seberang dan ingin memastikan sang anak tetap terjaga pergaulannya selama masa pendidikan, sehingga memutuskan memasukkannya ke SR. “Kalau sekolah diluar saya tidak tahu dia bergaul bagaimana,” ucapnya.
Primawati tidak keberatan anaknya tinggal di asrama dan berencana menengok putranya sebulan sekali atau dua kali selama tidak mengganggu jadwal belajar. "Anak saya memiliki minat pada alat berat dan saya berharap dia bisa mengasah keterampilan itu selama bersekolah. Mudahan setelah lulus jalannya lebih mudah,” harapnya.
Program SR ini diharapkan juga oleh Primawati dapat memberi manfaat bagi anak-anak keluarga menengah kebawah sekaligus membentuk karakter mereka agar lebih sopan dan beradab. “Anak zaman sekarang susah dibina. Semoga dengan sekolah ini, mereka bisa lebih baik,” ungkap Primawati.
Fasilitas di BPMP Kaltim sudah siap mendukung kegiatan belajar dan tinggal peserta. Ruang kelas, ruang guru, asrama, ruang makan hingga perlengkapan pribadi seperti handuk dan jemuran tersedia lengkap. Wali asuh juga siap mengawasi dan mendampingi siswa selama beraktivitas.
Editor: Aspian Nur