Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda Asli Nuryadin mengatakan, saat ini mereka masih mencari lokasi alternatif yang memungkinkan, sembari menunggu pembangunan gedung permanen SR rampung.
“Awalnya di Kampus Melati, tapi karena sudah menjadi SMAN 10 dan masih digunakan maka tidak direkomendasikan,” ujar Asli kepada Korankaltim.com Rabu (28/5/2025) hari ini.
Sebagai pengganti, dua lokasi alternatif telah ditinjau yakni Gedung Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kaltim di Jalan Cipto Mangunkusumo dan Yayasan Asih Manuntung di Gunung Kelua.
Dari hasil tinjauan, BPMP dinilai paling siap karena memiliki fasilitas memadai. Sementara itu, lokasi di Asih Manuntung masih membutuhkan rehabilitasi.
Namun, penggunaan BPMP masih menunggu persetujuan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Ditjen PAUD Dikdasmen) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
“Pak Wali Kota (Andi Harun) sudah mengirim surat resmi ke Ditjen agar BPMP bisa digunakan sebagai penampungan sementara,” tambahnya.
BPMP disebut mampu menampung 100 hingga 200 siswa, dengan sedikit penyesuaian pada ruang kelas dan asrama. Pemkot Samarinda menyatakan siap memberi dukungan teknis, administratif, bahkan pendanaan bila dibutuhkan.
Namun, anggaran sepenuhnya akan ditanggung pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos) RI.
“Kami sudah komunikasikan secara formal dan berharap pemerintah pusat segera menerbitkan rekomendasi agar anak-anak dari keluarga kurang mampu bisa segera mulai belajar,” ujarnya.
Editor Aspian Nur