Terkait dengan hal itu, Kepala Disdikbud Samarinda Asli Nuryadin kepada Korankaltim.com Rabu (30/10/2024) hari ini menjelaskan, EPP merupakan program inisiasi PT Sarana Multi Infrastruktur/PT SMI (Persero) sebagai bentuk kepedulian dan komitmen mereka untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan.
“Ada sekitar 28 guru yang dilantik hari ini, gabungan dari guru PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), SD (Sekoah Dasar) dan SMP (Sekolah Menengah Pertama). Pelantikan merupakan tindaklanjut dari MoU (Memorandum of Understanding/Perjanjian Kerja Sama) antara Wali Kota Samarinda Pak Andi Harun dengan Putera Sampoerna Foundation,” sebut Asli.
Pada program ini, PT SMI (Persero) bekerja sama dengan Putera Sampoerna Foundation sebagai mitra pelaksanakan program dengan menentukan Kota Samarinda sebagai satu diantara wilayah yang dipilih untuk implementasi program.
“Melalui komunikasi yang panjang akhirnya Samarinda terpilih sebagai satu dari beberapa kota yang mendapatkan program dari mereka, melakukan pendampingan guru-guru yang tergabung dalam EPP ini. Dalam dua tahun para guru terus didampingi dan disupport luar biasa oleh PT SMI demi meningkatkan kompetensi mereka,” papar Asli.
Sampai sejauh ini, hasil positif sudah terlihat dari program EPP tersebut yaitu ada lebih dari 2.600 guru di Samarinda mendapatkan ilmu dari para guru yang masuk di EPP sejak program tersebut berjalan.
“Saya tak mampu berucap apa-apa selain menyampaikan terima kasih kepada PT SMI dan Putera Sampoerna Foundation dan mohon maaf kalau ada kekurangan. Semoga ini menjadi kenangan yang indah untuk Samarinda,” ujarnya.
Head of Program Impelementation Putera Sampoerna Foundation Agastya Yogiswara menyebut program EPP memang sudah ada sejak dua tahun lalu, diinisiasi PT SMI. “Tujuannya membangun para pendidik berkualitas dan anggota EPP bisa jadi local champions atau guru tutor saat menggelar pelatihan bagi guru lain di Samarinda sesuai dengan kebutuhannya,” kata Agastya.
Assistant Vice President Unit Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT SMI Hendriko Leonard Wiremmer menambahkan, mereka memiliki tanggung jawab sosial kepada masyarakat Samarinda. “Samarinda dipilih karena keterkaitan sebagai bagian dari bisnis kami dan ada tanggungjawab sosial kepada masyarakat untuk memberikan manfaat jangka panjang lewat program ini, memberikan pelatihan dan meningkatkan kualitas guru yang diharapkan bisa berimbas pada bidang pendidikan lainnya,” papar Hendriko.
Dalam dua tahun disebutnya sudah dua ribu pendidik mendapat imbas positif dari EPP. “Ini juga tak terlepas dari kemauan dan dukungan Pemkot Samarinda, dalam hal ini Disdikbud lewat pemilihan dan seleksi guru-guru yang dianggap tepat ikut dalam program ini. Setelah program ini selesai setidaknya bisa menjadikan guru asset untuk dunia pendidikan, memberi manfaat tak hanya untuk Samarinda tapi juga Kalimantan Timur,” harapnya.
Koordinator Komunitas EPP Samarinda Fachrissal menyebut setelah pelantikan 28 fasilitator ada tiga rencana yang akan dijalankan, yaitu melanjutkan kerjasama atau kolaborasi mereka dengan Disdikbud, kemudian melakukan ekspansi kerjasama dengan pihak lain selain Disdikbud. “Yang kalau itu terwujud bisa banyak kegiatan dilakukan dengan instansi swasta atau Yayasan di Samarinda,” ujar Fachrissal.
Sementara langkah ketiga adalah membangun atau pengembangan para fasilitastor secara mandiri, berbagi tanpa ada timbal balik. “Kami akan mendorong pengurus punya kemampuan untuk berbagi dengan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) juga dengan komunitas belajar di sekolah agar kemampuan sebagai fasilitator bisa terjaga dan berkembang,” pungkas Fachrissal.
Editor: Aspian Nur