SBRC IPB University Bersama BPDPKS Ajak Siswa, Mahasiswa dan Petani Mengenal Oleokimia dari Minyak Sawit
1 menit baca477 kali dibaca

1 menit baca477 kali dibaca

Penulis : La Eko
KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN – Dengan tujuan memberikan informasi terkait produk oleokimia berbasis minyak sawit yang potensial untuk dikembangkan di Indonesia, Pusat Penelitian Surfaktan dan Bioenergi (SBRC IPB University) bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) mengundang siswa SMA dan mahasishwa dari Institut Teknologi Kalimantan Timur serta para petani sawit untuk hadir pada Workshop Oleokimia dari Minyak Sawit, Potensi dan Tantangan yang berlangsung di Hotel Grand Tjokro, Selasa (7/11/2023) hari ini.
Kepala Divisi Teknologi Proses, Departemen Teknologi Industri Pertanian IPB University Erliza Hambali menyampaikan hal itu kepada Korankaltim.com disela acara. "Peserta mendapatkan informasi provider teknologi berbasis minyak sawit, mendapatkan gambaran pasar produk oleokimia berbasis sawit di dalam dan di luar negeri, serta mendapatkan informasi peluang dan tantangan pengembangan industri oleokimia sawit di Indonesia," kata Erliza.
Balikpapan dipilih karena melihat potensi Benua Etam sebagai penghasil kelapa sawit potensial di Tanah Air. "Kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan wawasan bagi masyarakat dan industri minyak sawit, terkait pengembangan produk turunan, khusunya oleokimia," papar Erliza.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun), luas areal kelapa sawit pada tahun 2022 mencapai 15,38 juta Hektare (Ha) dengan total produksi Crude Palm Oil (CPO) Indonesia mencapai 48,24 juta ton dan produksi Palm Kernel Oil (PKO) sebesar 9,65 juta ton.
CPO dan PKO merupakan bahan baku potensial untuk diolah menjadi beragam produk Oleokimia. Selain penyumbang devisa, industri kelapa sawit juga menyediakan lapangan pekerjaan yang mampu menyerap 4,53 juta tenaga kerja petani.
"Komoditas kelapa sawit termasuk dalam 10 kelompok komoditas unggulan Indonesia yang didorong oleh pemerintah untuk digiatkan proses hilirisasi dan peningkatan daya saingnya," sebut Erliza.
Editor: Aspian Nur

Copyright © 2007 - 2026 Korankaltim.com | All Rights Reserved.
6 kali dibaca
Pusat gempa berada di laut 111 km tenggara Selayar
01 Okt 2026, 21:20:00 WIB • Kedalaman 10 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG