Kepala Disdikbud Kota Samarinda, Asli Nuryadin mengatakan pihaknya saat ini tengah berusaha memberikan kesejahteraan bagi para tenaga pendidik pada pendidikan inklusi.
Namun, pihaknya akan mengajukan permohonan tini kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Asli menyebutkan bahwa ini sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap tenaga pendidik pada pendidikan inklusi. Sebab guru yang menangani para penyandang disabilitas memiliki tingkat kesulitan yang tinggi.
"Ini bentuk perhatian kepada guru yang menangani murid penyandang disabilitas, tapi ini masih kita upayakan ya," ungkap Asli, Jumat (20/10/2023).
Di Samarinda ada sekitar 160 sekolah baik dari TK/PAUD, SD dan SMP yang juga berperan dalam menangani murid penyandang disabilitas.
"Ini sekolah umum yang juga menerima anak disabilitas, tapi masih ringan bukan yang berat, karena kalau yg berat itu ada sekolah khusus," sebut Asli.
Asli mengaku akan melakukan pengajuan kepada Wali Kota Samarinda melalui TAPD untuk memberikan penambahan insentif kepada para guru pendidikan inklusi dengan beberapa pertimbangan yaitu tingkat kesulitan pada saat melakukan proses belajar mengajar.
Upaya penambahan insentif bagi para tenaga pendidik bukan tanpa alasan, sehingga ia berharap melalui pengajuan ini bisa diterima oleh pemerintah daerah.
"Ini kami sampaikan dan agar dapat dipertimbangkan tingkat kesejahteraan bagi para guru pendidikan inklusi di Samarinda walaupun tidak banyak," kata Asli.
Editor Aspian Nur