
Ketua Program Studi S1 Teknik Mesin Fakultas Teknik UMKT Anis Siti Nurrohkayati mengatakan, kampusnya sangat mendukung para mahasiswa untuk mengembangkan karya dan kreatifitasnya, salah satunya dengan mengikuti lomba untuk bersaing dan mengukir prestasi.
Pada 2022 lalu mahasiswanya mendapat juara 3 pada LKTI di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) dan juara 2 saat berkompetisi di LKTI yang digelar oleh Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU).
“Ke depannya diharapkan banyak mahasiswa lain yang semangat untuk ikut lomba. Semoga semangatnya bisa nular. Menang atau tidak itu urusan lain, yang penting mencoba saja dulu,” ucap Anis.
Mengikuti berbagai lomba tingkat nasional maupun internasional tentu akan berimplikasi positif pada akreditasi kampus. Karenanya ia sangat mendukung segala keinginan mahasiswa untuk mengikuti lomba demi kebaikan bersama.
Mahasiswa pemenang lomba Abdul Rasit N, mengatakan raihan juara yang didapatkan pada 2022 dan 2023 itu tentu melalui proses pembelajaran yang panjang. Ia bercerita, untuk lomba di UMJ sebenarnya terdapat sekitar 150 peserta dari berbagai daerah di Nusantara yang mendaftar, namun dengan proses seleksi yang ketat akhirnya tersisa 10 dan berujung hanya 5 tim untuk sampai ke tahap full paper (akhir).
“Alhamdulillah kita bisa meraih juara 3. Mayoritas pendaftar dari kampus di Pulau Jawa,” ucap Rasit.
Rasit mengungkapkan perolehan juara di LKTI UMJ ini dengan membawa konsep membuat mesin cetak pelet ikan. Diketahui, mesin pelet merupakan mesin yang banyak dan sering digunakan oleh para peternak, pengusaha pakan, dan industri lainnya. Biasanya mesin ini digunakan sebagai alat untuk membuat pakan ternak ayam, bebek, kelinci, ikan, dan pakan ternak lainnya.
Ia mengaku alasan membuat mesin cetak pelet ikan ini disebabkan dari maraknya budidaya ikan dan ternak di Kaltim dan belum terdapat perusahaan lokal yang menyediakan pakan berupa pelet. Dengan persiapan dan penelitian sekitar dua bulan, akhirnya rampunglah karya tulisnya.
“Jadi dengan menggunakan bahan sederhana untuk menghasilkan pelet ikan yang bagus. Tapi di lomba kemarin kami bukan soal kandungannya, melainkan soal mesin pembuatnya. Alhamdulillah dari mesin itu pas diuji hasilnya hampir menyamai dengan produk yang ada di pulau Jawa dan akhirnya dapat juara 3,” jelasnya.
Sementara saat LKTI di UMSU, pihaknya kembali mencoba memanfaatkan limbah untuk menjadi berguna. Ya, mereka membuat briket dari sekam padi (kulit padi). Dengan teknologi sederhana limbah padi tersebut digunakan sebagai bahan bakar briket.“Kami coba buat itu ternyata hasilnya bagus, dan Alhamdulillah kami pulang bawa piala juara 2,” terang Rasit.
Ia mengaku saat ini sudah terdapat ide menarik untuk bersiap mengikuti perlombaan di tingkat nasional dan diupayakan biasa mendapatkan juara 1.
Editor: Maruly Zainuddin