“Alhamdulillah selama dua hari kegiatan peserta yang mengikuti pelatihan sangat antusias,” ujar Sulastri didampingi Sub Koordinator Jabatan Fungsional Murdiana lewat rilis kepada Korankaltim.com Kamis (2/3/2023) pagi ini.
”Materi-materi pelatihan diperlukan kepala sekolah dan guru untuk menghasilkan karya literasi yaitu buku cerita anak, cerita inspiratif dan cerita praktik baik serta buku ajar,” ucap Sulastri lagi.
Disdikbud menghadirkan Setiawati dari Kelompok Bermain/Taman Kanak-Kanak (KB/TK) Islam Kreatif Salsabila sebagai naras umber dimana Setiawati sudah 13 tahun secara istiqomah menghasilkan buku cerita dari celoteh anak dan buku cerita juga puisi karya guru serta orangtua murid. Narasumber selanjutnya Sunaryo, M dari Dinas Perpustakaan Samarinda.
Hari pertama pelatihan peserta diberikan materi pentingnya literasi dimana guru diharapkan mengetahui enam literasi yaitu literasi baca tulis, numerisasi, finansial, digital, sains, seni budaya.
“Selain itu guru mengetahui apa saja contoh gerakan literasi yaitu pojok baca, majalah dinding, pohon literasi dan lain-lain,” ujar Sulastri.
Disampaikan juga bagaimana cara menggali potensi cerita anak dan diakhiri dengan menulis cerita inspiratif serta menulis praktik baik.
“Peserta diajak aktif berdiskusi dan menyampaikan pendapatnya serta diberikan senam dan ice breaking guna menambah semangat dan keceriaan dalam mengikuti pelatihan ini,” paparnya.
Hari kedua pelatihan materi diberikan yaitu pembuatan buku ajar guna meningkatkan kemampuan guru dalam menuliskan pembelajaran. Disampaikan juga hasil karya tersebut dapat menambah atau meningkatkan kredit poin kepala sekolah dan guru tersebut.
“Sebagai penutup pelatihan, peserta diminta menuliskan refleksi apa saja yang di dapat dari pelatihan ini juga menilai pemateri serta materi yang disampaikan,” pungkas Sulastri.
Editor: Aspian Nur