Razilu menjelaskan kunjungannya ke Kantor Imigrasi KelasI TPI Balikpapan untuk memberikan arahan kepada pegawai sekaligus melaksanakan program Gerbang Transisi atau Bergerak Bangkitkan Kesadaran, Motivasi dan Inspirasi.
"Untuk merealisasikan resolusi Kemenkumham di tahun 2023 kepad 1.625 pegawai khusus untuk Kaltim dan Kaltara, yaitu semakin pasti dan berakhlak, dengan cara bekerja cepat, tepat, ikhlas dan hasilnya akuntabel," kata Razilu.
Langkah tersebut, lanjutnya, sebagai penguatan agar para pegawai Kemenkumham di bidang keimigrasian matang dari sisi intelektual, emosional dan spiritual. Termasuk matang kompetensi teknis, kompetensi manajerial dan matang dari kompetensi kultural.
"Karena kompetensi itu yang dibutuhkan pegawai negeri untuk bisa menjalankan fungsi sebaik-baiknya sebagaimana yang diharapkan," ujarnya.
Dirinya meminta pegawai di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Balikpapan untuk menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan kondusif. Terlebih Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly telah mengukuhkan revolusi digital.
"Ada eazy paspor, kalau mau seperti perusahaan mengurus paspor di atas 50 orang, kami datang menjemput bola. Ada juga pelayanan paspor untuk mereka yang berkebutuhan khusus. Kita datangi mereka," jelasnya.
Bahkan pengambilan paspor sudah menerapkan sistem lantatur (pelayanan tanpa turun/drive thru) selayaknya waralaba siap saji. Sehingga masyarakat tidak perlu parkir kendaraan atau cukup datang, ambil paspor di loket dan bisa langsung pergi.
"Intinya Kemenkumham ingin memberikan pelayanan dengan harapan tingkat kepuasan 100 persen. Tak ada lagi masyarakat berkeluh kesah," pungkas Razilu.
Editor: Rusdianto