Dalam program ini, setiap pagi para wali kelas akan memeriksa siswa di pintu gerbang masuk untuk memastikan apakah para siswa membawa tumbler atau tempat air berisi air mineral.
“Wali kelas akan merazia muri di pintu gerbang, apakah mereka mebawa tumbler atau ricebox. Jika mereka tidak bawa akan mendapat teguran sekali, dua kali dan tiga kalinya orangtua mereka yang dipanggil,” jelas Kepala Sekolah SMP Negeri 5, Diah Astuti kepada Korankaltim.com Kamis (2/2/2023) hari ini.
Dari rumah, siswa maupun guru diwajibkan mengantungi sampahnya sendiri dalam kantung plastik, yang nantinya harus dibawa keluar sekolah.
Di SMP Negeri 5 ini juga diketahui ada tim kebersihan yang tugasnya khusus memantau pelaksaan piket kelas. Kalau ada kelas tak melaksanakan piket, maka akan mendapatkan teguran.
Program ini sangat mengurangi dana kebersihan, bahkan SMP Negeri 5 Samarinda Ulu ini tidak terdapat tempat sampah, kecuali saat ada kegiatan-kegiatan teretentu.
“Ini sudah berjalan sebulan dan Alhamdulillah tahap itu terlaksana dengan baik. Sampah yang selama ini ada satu gerobak tiap pulang sekolah bahkan lebih sekarang paling satu kantung plastik kecil,” ungkap Diah lagi.
Editor: Aspian Nur