Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kutai Barat Silvanus Ngampun melalui Sekretaris Amon kepada Korankaltim.com pagi tadi menjelaskan, Kurikulum Merdeka adalah program dari pemerintah pusat.
"Kurikulum Merdeka ini penyempurnaan dari kurikulum sebelumnya yakni kurikulum 13 dan kurikulum darurat saat pandemi Covid 19, diterapkan untuk pelajar kelas VII di tingkat SMP," jelas Amon.
Orangtua diajak berperan dalam pendidikan anak, tidak bisa sepenuhnya menyerahkan ke guru mengingat waktu bersama orangtua lebih banyak dibandingkan dengan waktu di sekolah. Karena itu diperlukan komunikasi yang baik antara orangtua dan guru.
" Di dunia pendidikan selain infrastruktur, SDM (Sumber Daya Manusia) pendidikan dalam hal ini guru dibutuhkan yang berkualitas. Kami berharap berharap kalau pelatihan guru wajib ikut, apalagi guru senior, karena ini sangat penting untuk peningkatan wawasan dan kualitas guru," sebut Amon.
Disdikbud Kutai Barat berterima kasih kepada Tanoto Foundation atas peran sertanya dalam perkembangan dan peningkatan kualitas pendidikan di Tanaa Purai Ngeriman.
Selain sosialisasi Kurikulum Merdeka juga dilakukan penyampaian terkait program Tanoto Foundation juga program SMPN 1 Barong Tongkok.
Penulis : Sunardi
Editor: Aspian Nur