Di tahun pertamanya, Pesona I akan digelar di UIN Sunan Gunung Djati, Bandung sebagai tuan rumah. Untuk pelaksanaanya akan bergulir di 18 Juli hingga 23 Juli 2022 mendatang.
Subkoordinator Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja sama UINSI Samarinda, Ahmad Mahyuddin menyebut seleksi dilakukan sebagai upaya memilih perwakilan peserta yang terbaik, namun tidak ada pembatasan bagi seluruh mahasiswa untuk mendaftarkan diri.
Kriteria yang diambil tentu sesuai dengan standarisasi yang ditentukan oleh tim seleksi. Adapun persyaratan utama, yakni mahasiswa aktif yang terdaftar pada PD-Dikti, Surat Aktif Kuliah, Mahasiswa boleh mendaftar dua cabang lomba, dan melampirkan sertifikat kejuaraan selama aktif kuliah sesuai dengan cabang lomba yang dipilih (bila ada).
"Dilihat hasil seleksi, jadi ini kita lihat hasil seleksi, berdasarkan kriteria penilaian, layak tidak di ikutkan, misalnya standar nilai 80 ke atas, itu bisa di ikutkan, kalau 80 ke bawah bisa dipertimbangkan," kata Mahyuddin.
Terdapat 17 cabang lomba yang akan digelar nanti, diantaranya Musabaqoh Tilawati Qur'an, Musabaqoh Hifzil Al-Qur'an, Musabaqoh Syarhil Qur'an, Pop Lagu Islami, Cipta Lagu Islami, Musikalisasi Hadist, Puitisasi Al-Qur'an, Film Pendek, Kaligrafi, Pencak Silat, Karate, Bulu Tangkis, Panjat Dinding, Stand Up Comedy, Tenis Meja, Catur, dan Monolog.
Sementara itu, Mahyuddin menyebut tidak akan mengikuti semua cabang lomba, hanya cabang lomba yang berpotensi akan meraih juara yang menjadi prioritas. Selain itu pertimbangan lainnya terdapat pada anggaran yang tersedia, sehingga dalam seleksi nanti akan memilih yang memiliki peluang besar.
"Selain pertimbangan layak atau tidak, pertimbangan lainnya juga pada anggaran, jangan sampai kita mengirimkan peserta sebanyak-banyaknya tapi tidak membawa pulang medali," imbuhnya, Jumat (18/3).
Tujuan keikutsertaan dalam Pesona itu, diharapkan mampu menjadi implementasi kreativitas mahasiswa dan juga menjadi evaluasi tersendiri, terlebih UINSI Samarinda memiliki Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Unit Kegiatan Khusus (UKK) yang menggeluti berbagai bidang, mulai dari olahraga, kesenian, keagamaan, kesehatan dan lingkungan.
"Ini juga bisa kita jadikan evaluasi terhadap pembinaan UKM dan UKK, karena ada 10 disini, jadi kita bisa lihat bagaimana pembinaan mereka," ujar Mahyudin.
Usai proses seleksi dan menghasilkan daftar peserta yang akan dikirim untuk mengikuti perlombaan, kemudian UINSI Samarinda melakukan pembinaan dengan jeda waktu yang dimiliki sekitar 1-2 bulan sebelum pelaksanaan. Melalui pembinaan dan persiapan yang matang ini, diharapkan menuai hasil yang memuaskan dan dapat membanggakan.
Penulis: Linda Mulyani
Editor: Supiansyah