Rektor UINSI Samarinda, Prof Mukhamad Ilyasin melalui Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga Muhammad Nasir menyebutkan, proses pelaksanaan tersebut sudah dibuka sejak Februari 2022. Dari ketiga jalur masuk tersebut memiliki karakter berbeda yakni Karakter SPAN diperuntukan bagi siswa yang saat ini menduduki bangku kelas 12. Jalur ini targetnya lebih kepada prestasi akademik dan non akademik.
Jalur UM-PTKIN dapat diikuti untuk siswa yang lambat masuk perguruan tinggi seperti tiga tahun pasca lulus SMA dan jalur terakhir yakni UMAN/MANDIRI juga sama pelaksanaanya dengan UM-PTKIN.
"Nah itu nanti ada tes ujiannya yang menggunakan sistem seleksi elektronik (SSE) dalam bentuk online materinya sudah dipublish mulai dari pengetahuan agama, umum dan bahasa. Kalau jalur SPAN sudah diumumkan maka dibuka jalur UMPTKIN. Ketiga, jalur ujian mandiri biasanya dilaksanakan secara ofline akan tetapi terkendala akibat Covid-19 maka kita laksanakan secara online materi tesnya sama dengan UMPTKIN," jelas Nasir, Selasa (15/2/2022).
Adapun jadwal pelaksanaan seluruh tahapan penerimaan mahasiswa baru di UINSI Samarinda yakni jalur SPAN-PTKIN, jadwal pengisian dan verifikasi PPDS 7-28 Februari 2022, pendaftaran dimulai sejak 4-31 Maret 2022, pengumuman 15 April 2022, pengisian formulir UKT/BKT 18-27 April 2022, pendaftaran ulang 9-13 Mei 2022.
Jalur UM-PTKIN, jadwal pendaftaran dan pembayaran 25 April- 4 Juni 2022, finalisasi pendaftaran 25 April- 4 Juni 2022, pelaksanaan ujian tulis 14-17 Juni 2022, pengumuman 30 Juni 2022, pengisian UKT/BKT online 4-8 Juli 2022, daftar ulang 15-19 Juli 2022.
Kemudian jalur UMAN/MANDIRI jadwal pendaftaran 20 Juni-18 Juli 2022, ujian 13-14 Juli 2022, pengumuman 18 Juli 2022, pengisian UKT/BKT online 19- 22 Juli 2022, daftar ulang 26-29 Juli 2022.
Selanjutnya Nasir juga menjelaskan apabila dalam 3 tahapan tersebut terdapat beberapa program studi yang tidak mencukupi kuota maka proses PMB tahun 2022 akan diperpanjang sesuai kebutuhan.
"Biasanya untuk prodi yang kurang peminatnya itu kita berikan tambahan waktu jadi jalur mandiri itu biasanya ada dua tahapan untuk memenuhi prodi yang kurang peminatnya," Sambungnya.
Diketahui tahun 2022, UINSI Samarinda terakreditasi 'B' dan semua program studi yang ada telah terakreditasi Sangat Baik dan ada beberapa yang telah terakreditasi 'A'. Program S1 memiliki 16 program studi yang terbagi ke dalam 5 fakultas yakni Ushuluddin Adab dan Dakwah, Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Syariah dan Ekonomi Bisnis Islam. Adapun program S2 Memiliki 5 Program Studi dan S3 Terdapat 1 Program Studi.
Dari 16 Program Studi untuk S1 terdapat 5 Prodi yang paling diminati oleh calon mahasiswa baru yakni Pendidikan Agama Islam (PAI), Ekonomi Syariah (ES), Hukum Tata Negara (HTN), Perbankan Syariah (PS) dan Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IAT).
Dalam upaya memberikan pemerataan kuota bagi Prodi yang kurang diminati, Nasir menyebutkan akan memberikan beasiswa Khusus terutama bagi Prodi keagamaan yang lambat laun makin kurang peminat.
"Untuk program studi yang kurang peminat kita adakan pemberian beasiswa, beasiswa prodi keagamaan karena akhir-akhir ini berkurang jadi kita berikan beasiswa prioritas keagamaan, kita berikan UKT rendah yakni Rp400 Ribu persatu semester dengan ketentuan mempertimbangkan kondisi ekonomi orang tua," Jelasnya.
Selain pemberian UKT/BKT yang rendah, pihak akademik UINSI Samarinda juga turut memberikan kuota untuk penerimaan beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang di setiap tahunnya mahasiswa diberikan tunjangan biaya UKT dan biaya penunjang pembelajaran. Kemudian selain itu juga untuk menarik minat mahasiswa terhadap program studi minim peminat, Nasir juga menyebut UINSI Samarinda telah bekerjasama dengan lembaga-lembaga lain untuk memberikan beasiswa.
"Kemudian kita berikan kuota untuk Kartu Indonesia Pintar (KIP) itu lumayan karena setiap tahun mahasiswa mendapat Rp8 juta sementara UKT-nya hanya Rp2,4 juta jadi lumayan bisa untuk menambah uang belajar perkuliahan. Selain itu juga kita ada beasiswa kerjasama yang mana kita berikan kepada Prodi-Prodi yang peminatnya kurang," Pungkasnya.
Penulis: Linda Mulyani
Editor: Supiansyah