Orangtua yang mendampingi anak-anak mereka terlihat senang dan bahagia melihat buah hati mereka gembira dan bersemangat mengikuti kegiatan ini.
Kepada Korankaltim.com, Setiawati mengatakan, dirinya sudah beberapa kali mengadakan kegiatan semacam ini. Pasca pandemic Covid-19 yang mewabah tahun 2020 lalu, Dongeng Ceria ini merupakan kegiatan perdana yang dilakukannya di area terbuka bersama murid TK/PAUD di Kota Tepian.
Pendongeng yang sudah melalang buana sejak 2012 itu membacakan dongeng yang mengajak anak-anak untuk peduli dengan lingkungan dan sekitarnya. Wati, sapaan akrabnya, memperkenalkan kearifan lokal yang dimuat ke dalam 3 tokoh binatang khas Kalimantan Timur yaitu Pesut, Orang Utan dan Burung Enggang.
"Dongeng ini mengajarkan kepada anak-anak agar suka menolong, menjaga lingkungan dan berbagi," ucap Wati saat ditemui media ini disela kegiatan siang tadi.
Dongeng yang menarik dengan peragaan boneka satwa khas Kalimantan Timur tersebut membuat anak-anak bersemangat dan tak lelah mengikuti acara meski cuaca cukup panas.
Direktur Yayasan Aman Palestin Cabang Kaltim Ishaq bin Ibrahim Bin Hasan secara terpisah mengatakan, kegiatan ini sebagai sebuah upaya pertama dalam mengenalkan anak untuk menyukai membaca, dirinya menginginkan anak-anak di Samarinda khususnya memiliki kepandaian dan kegemaran dalam membaca.
Selain itu juga guna menunjang anak-anak untuk lebih mengetahui kota kata lebih banyak.
"Edukasi sejak dini, artinya kami berharap selepas kegiatan ini anak-anak gemar membaca, karena anak-anak ini yang akan menjadi regenerasi selanjutnya. maka perlu membentuk karakter mereka sejak dini," papar Ishaq.
Selain edukasi membaca dan menjaga kelestarian lingkungan, kegiatan Dongeng Ceria ini juga diharapkan bisa menumbuhkan keperdulian anak terhadap sesama.
"Kami tumbuhkan dengan mengajak anak-anak untuk suka bersedekah, jadi diajarkan mereka untuk bersedekah," tutup Ishaq.
Penulis: Linda Mulyani
Editor: Aspian Nur