Menyikapi hal ini, Rektor Unikarta, Erwinsyah mengatakan hal itu adalah wajar lantaran ketika berbicara pilihan adalah hak masing-masing individu.
"Itukan bicara pilihan, memang pilihan akademik itu justru orang memilih yang lebih baik, tapi pada waktu itu memang kalau Unikarta itu mohon maaf saja kondisinya dari sisi akreditasi memang kurang, jadi ya kita sedikit sulit untuk menahan pilihan orang," kata Erwin kepada korankaltim.com, Kamis (20/5/2021).
Namun sekarang Unikarta dengan akreditasi B dan nilai jual yang bagus, tentu civitas akademika Unikarta menyarankan agar putra asli daerah dan pejabat publik Kukar turut mengembangkan Unikarta dan menjadi contoh.
"Artinya dengan yang ada (kualitas, red) tidak ada alasan lagi kan untuk tidak menyarankan dan memilih Unikarta. Karena akreditasi nya sudah mampu bersaing. Bukan soal gengsi namun orang bicara akreditasi, ketika melamar kerja atau hal lainnya pasti ditanyakan kampusmu akreditasinya apa," ungkapnya.
Erwin menjelaskan, ketika diamanatkan untuk memimpin kampus yang berjuluk kampus ungu tersebut, maka langkah yang diutamakan adalah menaikkan status akreditasinya. "Dengan demikian menggaransi lulusannya itu bisa bersaing dan memberikan kebanggaan terhadap kampus. Kita memang tidak bisa memaksa orang karena kualitas. Dengan akreditasi yang dulu itu memang kalau melamar di perusahaan asing ditolak, untuk PNS bagi kenaikan pangkat juga tidak bisa, dengan kualitas sekarang ini ya tentunya tidak ada alasan lagi untuk tidak menjatuhkan pilihan ke Unikarta," jelasnya.
Erwin menegaskan, ke depan menjadi tugas rektor yang baru untuk mempertahankan akreditasi B baik sekali ini untuk menjadi A unggul. Untuk tenaga pendidik nya memang perlu di-upgrade agar Unikarta ke depan terakreditasi A unggul.
“Jadi tidak hanya stagnan di baik sekali, kita punya proyeksi agar bisa meraih akreditasi unggul, salah satunya itu kita meng-upgrade tenaga pengajar dan perangkat lainnya. Jadi rektor kedepan itu tugasnya akan jauh lebih sulit, kalau saya kan hanya memecahkan rekor saja untuk akreditas, memang setelah meraih akreditasi B ini tantangan yang sulit ialah melanjutkannya itu," tegasnya.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan