Diketahui bahwa simulasi Ujian Tatap Muka ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19, ujian dilakukan dengan mentaati protokol kesehatan secara umum seperti memakai masker dan mencuci tangan sebelum memasuki ruangan kelas. Nina Risdiana selaku Kepala Sekolah SD IT (Islam Terpadu) Cahaya Fikri yang beralamat di Jl. Habibon RT 26, Kota Bontang juga menyatakan bahwa pihaknya telah melaksanakan Try Out simulasi ujian tatap muka dua pekan sebelum ujian berlangsung. Try out ini dilakukan untuk menanamkan karakter kembali serta membiasakan prokes selama ujian kepada siswa setelah sekira setahun tidak melakukan kegiatan belajar mengajar.
Terkait jumlah siswa dalam ruangan, Nina meyatakan “Kalau di peraturan dinas itu maksimal enam belas siswa dalam satu ruangan mbak, tapi kalau disini saya buat dua belas,”. Lebih lanjut ia juga menjelaskan bahwa penyesuaian jumlah maksimal siswa dalam satu kelas dikembalikan pada kemampuan sekolah, tergantung pada jumlah ruang kelas dan jumlah siswa yang dimiliki. “Yang terpenting jarak antar siswa 1-1,5 meter,” ujarnya.
Nina menegaskan bahwa kriteria kelulusan dikembalikan pada sekolah masing-masing. “Intinya adalah siswa sudah mengikuti ujian, sudah melaksanakan pembelajaran selama 6 tahun, berkelakuan baik, dan disini ada tambahan siswa harus dapat membaca Al-Qur’an dengan tartil,” ujarnya.
Salah satu wali murid inisial (D) mengatakan bahwa dirinya hanya mengikuti peraturan yang dibuat oleh pemerintah terkait ujian tatap muka. “intinya mentaati protokol kesehatan, kemudian anak saya juga saya kasih tahu agar tidak membuka maskernya”, tegasnya.[]
Penulis : Choirun Nisa’
Editor : Rusdi