Namun tahun ini mereka memberikan bantuan paket sembako dan kuota data. Setiap tahunnya berjumlah selalu 96 paket yang diberikan kepada para siswa yang kurang mampu, juga diberikan kepada sekolah, serta pegawai yang jaga malam.
"Biasanya kami berikan langsung. Tapi karena pandemi untuk kali ini diwakili oleh perwakilan 11 orang anak," ungkapnya. Hal ini dilakukan sebagai wujud terima kasih. "Alhamdulillah, dari alumni ini ada yang menjadi anggota dewan, baik itu tingkat kota Samarinda, Kaltim bahkan di pusat. Yang buat jadi lebih semangat," terangnya.
Sementara perwakilan dari alumni SMP 4 Samarinda, Nidya Listiyono mengatakan sebenarnya konsep awal ini dimotori oleh Rudy Mas'ud melalui Harum Center, yang juga merupakan salah satu alumni angkatan 96.
Konsep itu, diimplementasikan sebagai rasa terimakasih kepada para guru. "Justru dulu Harum (Rudy Mas'ud) berangkatkan guru-guru umroh," kata Tio sapaan Nidya Listiyono. Setelahnya berlanjut memberikan bantuan-bantuan, tidak hanya ketika perayaan HUT tapi saat Hari Raya Idul Adha pun dengan konsisten memberikan bantuan.
"Jadi saya, Novan Syahronni, dan Harum serta Sayid Anjas, kebetulan satu angkatan. Kami serta seluruh alumni angkatan 96, mencoba konsisten dari dulu hingga seterusnya untuk mengabdikan diri untuk sekolah kami tercinta ini," pungkas dia
Tio berharap, dari hal yang dilakukannya ini pun dapat memicu para alumni-alumni di sekolah-sekolah yang lain untuk dapat peduli kepada masing-masing sekolahnya. "Agar kita tidak disematkan kacang lupa kulit, jadi kita harus ingat dari mana kita berasal," tutup Tyo. (*)
Penulis : Faishal Alwan Yasir
Editor: Aspian Nur