Kepala Dinas Pendidikan Samarinda, Asli Nuryadin menyebutkan ada 14 sekolah yang akan diajukan pada Wali Kota Samarinda untuk pelaksanaan PTM itu. "Saya sebutnya Sekolah Tangguh Covid-19, nanti kami akan ajukan ke pak Wali (H Syaharie Jaang) termasuk Walikota terpilih (Andi Harun)," kata Asli.
Jumlah murid yang terbilang sedikit ditambah dengan aktivitas kehidupan masyarakat sekitar, membuat kemungkinan terpapar Covid-19 sangat kecil, namun demi menjaga keamanan sesama, Disdik Samarinda perlu menggodok pelaksanaan PTM dengan matang. "Untuk mekanisme masih sama perketat protokol kesehatan, tapi karena musuh kita tidak keliatan (virus Covid-19) makanya harus kita perhatikan," sebutnya.
Namun keputusan PTM kembali pada persetujuan Ketua Gugus Covid-19 yaitu H Syaharie Jaang, namun Asli menyebutkan keinginan pribadi agar PTM dapat terlaksana, hal itu atas dasar kekhawatirannya akan terjadi learning loss atau sebuah fenomena suatu generasi kehilangan kesempatan menambah ilmu pendidikan maupun keterampilan karena terdapat penundaan proses belajar. "Sudah cukup lama belajar melalui online, ini berdampak terhadap psikologi anak dan orang tua," sebut Asli lagi.
Rencana PTM itu ditargetkan oleh Asli dalam bulan ini dapat dimulai uji coba pertama sambil melihat kondisi dikemudian hari. "Saya akan segerakan, dalam bulan ini kalau memungkinkan bisa dilaksanakan," tutupnya. (*)
Penulis : Claudius Vico
Editor: Aspian Nur
Data sekolah yang diusulkan PTM :
1. TKN 3
2. TKN 4
3. TK Kristen Pampang
4. TK Islam Ar Rajwa
5. SDN 010
6. SDN 016
7. SDN 022
8. SD Islamic Centre
9. SMPN 23
10.SMPN 30
11. SMPN 42
12. SMPN IT Madina
13. SMP Islamic Centre
14. SMP Nabil Husen
Sumber : Dinas Pendidikan Samarinda