Hampir sepanjang tahun 2020 hingga kini pembelajaran jarak jauh dianggap efektif untuk tetap digunakan, namun hal ini tidak berlaku bagi salah satu SD Negeri di Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar).
“Di SD Pondok Labu Kecamatan Tenggarong itu tidak berlaku pembelajaran sistem covid ini. Bagaimana bisa digunakan, jumlah muridnya saja hanya sembilan orang,” kata Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Ikhsanuddin Noor kepada korankaltim.com, Selasa (19/1/2021).
Selain jumlah murid yang sedikit, jaringan internet pun memang tidak tersedia di kawasan ini. SDN 029 Tenggarong sejauh ini mengandalkan enam guru dan dari enam guru tersebut tiga orang diantaranya berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil.
“Tiga orang guru PNS, sisanya yang tiga orang itu honor. Jaraknya puluhan kilometer dari kota, melewati jalan perusahaan. Kalau kondisi hujan ya sangat sulit akses kita menuju ke sekolah itu. Ditambah lagi jaringan internet tidak ada,” ungkapnya.
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Disdikbud Kukar, Tulus Sutopo yang menegaskan murid-murid yang saat ini masih tercatat aktif di SDN 029 adalah anak-anak dari warga asli Dusun Pondok Labu, Kelurahan Loa Ipuh Darat. “Dulu banyak muridnya karena dulu kan di sana ada dua perusahaan tambang besar. Namun setelah perusahaan itu tutup ya perlahan muridnya habis dan menyisakan warga asli sana saja,” terangnya.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan