"Saya minta dibuat perencanaan yang komperensif dari segi lingkungan dan bangunannya," ucap Jaang. Dikonfirmasi, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Samarinda, Asli Nuryadin telah berkoordinasi dengan Kepala Sekolah SMPN 24 untuk melakukan inventarisir kerusakan, sehingga data kepemilikan itu dapat langsung dimusnahkan melalui Bidang Aset, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Samarinda.
"Jadi barang yang rusak akan dimusnahkan melalui aset, tapi kalau untuk meubeler akan kami usulkan pengadaan kembali," sebutnya.
Meski seperti biasanya, untuk pengadaan hanya terdapat pada APBD perubahan, namun melihat keadaan darurat pihaknya akan mengupayakan agar dapat diakomodir di APBD murni tahun ini.
Termasuk arsip penting milik sekolah, seperti Ijazah, ikut hancur dan hanyut menjadi satu dengan lumpur, Asli menanggapi hal itu pihaknya akan menindak lanjuti berita acara dengan dibuatkan surat pengganti Ijazah.
Banjir yang melanda SMPN 24 diperkirakan musababnya dari saluran drainase TPA Bukit Pinang yang ukurannya terlalu kecil, menanggapi hal itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda, Nurrahmani menjelaskan pasca dari peristiwa itu pihaknya langsung melakukan pengawasan terhadap kawasan yang menjadi penyebab banjir itu.
Yama sapaan akrabnya menyebutkan salah satunya termasuk kawasan pergudangan baru yang berada di Jalan Suryanata. Selain itu pemotongan lahan tanpa izin juga menjadi faktornya. "Jika akumulasinya sudah dapat nanti kami akan mengadakan rapat dengan OPD terkait," ujarnya.
Namun pengerjaan pembersihan itu tak cukup hanya sampai pada hari ini, DLH sampai lima hari kedepan akan tetap turun untuk mengangkut barang yang sudah tak layak pakai akibat musibah yang melanda. (*)
Penulis : Claudius Vico
Editor: Aspian Nur