Tinjauan yang ia lakukan itu merupakan tindak lanjut dari hasil rapat koordinasi terkait PTM Senin (4/1/2021) lalu dimana dirinya meminta Disdik Samarinda untuk mempertimbangkan PTM dapat terlaksana di sekolah yang letaknya bagian pinggir kota.
Diawali menuju SDN 022 dan SMPN 42 di Jalan Inpres Tembok Tengah, Berambai, Sempaja Utara, Jaang mengunjungi guru dan berkeliling di lingkungan sekolah sambil melihat sarana fasilitas protokol kesehatan yang telah disiapkan oleh pihak sekolah.
Meski begitu belum bisa dipastikan PTM bisa digelar di sekolah yang ada di pinggiran kota karena masih perlu pertimbangan mendalam lantaran pelaksanaan itu berkaitan dengan keselamatan dan keamanan masyarakat. "Saya meninjau hari ini bukan berarti ada keputusan PTM bisa dilaksanakan, nanti perlu ada pertimbangan," tegas Jaang.
Wali Kota dua periode itu nantinya akan menunggu hasil pertimbangan dari Disdik Samarinda, lantaran setelah berbincang dengan para guru, murid dari dua sekolah itu adalah penduduk setempat, namun tenaga pengajar yang berasal dari luar kawasan itu menjadi salah satu pertimbangan.
"Jadi kalau nanti ada pertimbangan untuk dibuka secara bertahap, guru yang dari kota akan kami swab antigen dulu setiap dua minggu sekali," kata Jaang lagi.
Meski sekolah tersebut telah memenuhi standart protokol kesehatan sesuai dengan anjuran, namun ditegaskan hal itu masih menunggu pertimbangan. Terlebih lagi kawasan pinggiran kota memiliki sinyal internet yang lemah. Hal itu membuat Jaang merencanakan pemasangan penguat signal. "Nanti saya akan minta Diskominfo Samarinda periksa penguat signal untuk memenuhi kebutuhan di daerah itu," tutup Jaang. (*)
Penulis : Claudius Vico
Editor: Aspian Nur