Kebijakan ini berlaku bagi seluruh SMA, SMK dan SLB/SKh se-Kalimantan Timur.
Wakil rakyat asal Kaltim Hetifah Sjaifudian mendukung kebijakan tersebut.
“Kebijakan ini diambil dengan prinsip kehati-hatian jadi sangat tepat Hal itu lebih utama dibandingkan target capaian lainnya,”kata Hetifah kepada korankaltim.Com. Kamis (31/12/2020) malam tadi.
Hetifah yang juga Wakil Ketua Komisi X itu mengatakan, dampak negatif Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) juga lebih sedikit terasa untuk siswa yang lebih dewasa.
“Risiko seperti learning loss, gangguan psikologis dan lainnya yang disebabkan PJJ lebih besar untuk anak usia yang lebih kecil. Siswa setingkat SMA mungkin lebih mudah menyesuaikan dengan BDR, termasuk dalam penggunaan teknologi,” paparnya.
Hetifah
Diharapkan Dinas Pendidikan di tingkat kabupaten/kota juga mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam pengambilan kebijakan untuk siswa setingkat SD dan SMP.
“Untuk kabupaten/kota yang sekiranya bisa melaksanakan BDR dengan baik, sebaiknya pilihan itu yang diambil. Namun jika tidak, persyaratannya harus benar-benar dikontrol. Seluruh komponen masyarakat harus ikut mengawasi,” tutup Hetifah. (*)
Penulis: Sabri
Editor: Aspian Nur