Untuk di tingkat nasional dari 2017 Lomba Budaya Mutu sekolah, Kutai Kartanegara sudah meraih juara provinsi. “Puncaknya di 2018, Kutai Kartanegara menerima penghargaan sekolah budaya mutu tingkat nasional. Dan saat itu dua sekolah sekaligus yang meraih penghargaan tingkat nasional,” kata Tulus kepada korankaltim.com, Senin (14/12/2020).
“Pertama SDN 028 Tenggarong juara nasional budaya mutu kategori Pembelajaran kemudian yang kedua ialah SDN 002 Tenggarong meraih predikat whole school terbaik seluruh Indonesia,” tambahnya.
Predikat Whole School adalah yang paling teratas karena seluruh komponen yakni pembelajaran, ekstrakurikuler, dan manajemen sekolah menjadi terbaik diantara sekolah seluruh Indonesia. Berangkat dari sejarah manis 2018 itulah, Disdikbud konsen melakukan LBM bagi 504 SD yang ada di seluruh Kukar.
“Di 2019 ada pandemi jadi LBM sementara dibekukan, Disdikbud Kukar 2019 kemarin melakukan penganggaran guna melaksanakan lomba budaya mutu tingkat sekolah dasar di 2020 ini, puncaknya kemarin yaitu grand final dari 504 SD di Kutai Kartanegara itu terkumpul 30 yang terbaik tahap pertama dan kemudian 10 kategori terbaik,” jelasnya.
Untuk penjurian LBM ini, Disdikbud mengundang langsung juri tingkat nasional yang dipadupadankan dengan juri lokal. “Untuk yang whole school, SDN 018 yang nantinya akan mewakili Kukar ke tingkat provinsi dan kami yakin akan lolos ke tingkat nasional,” bebernya.
Pihaknya meyakini wakil dari Kukar pasti lolos ke tingkat nasional karena tradisi ini sudah berlangsung sejak 2017. “Masih menunggu edaran dari kementerian. Yang pasti kami sudah menyiapkan duluan. Kalau kabupaten lain itu hanya menunjuk, kalau kami ada prosesnya untuk menjadi perwakilan Kukar dan Kaltim. Dan persiapannya pun selalu kami dampingi oleh tim yang berkelas nasional, makanya kemarin-kemarin kita menyabet juara dan tahun ini pun tetap optimis,” tegasnya.
“Karena didampingi dari awal kita gandeng. Jadi memang selama program-program itu kita kawal, kita gandeng dengan serius maka untuk menjadi juara nasional itu tentu tidak sulit,” pungkas Tulus.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan