"Selama satu minggu kami mengumpulkan data, hasilnya 83 persen orangtua setuju sekolah tatap muka bulan depan," kata Asli dikonfirmasi via telepon.
Diakuinya ada orangtua siswa yang tidak setuju dengan keinginan pemerintah tersebut, tapi mayoritas setuju sehingga mereka yang tidak setuju dapat mengikuti pembelajaran dengan metodel daring (dalam jaringan) alias online.
Hasil polling dari orangtua 83 persen tersebut nantinya diberikan kepada Wali Kota Samarinda H Syaharie Jaang yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, sehingga Disdik masih kembali menunggu keputusan yang akan di keluarkan oleh Gugus Tugas.
"Kami juga tidak mau terburu-buru, fasilitas protokol kesehatan di tiap sekolah harus di penuhi, juga tergantung pak Wali mau berapa persen dibuka sekolah tatap muka," ujar Asli lagi.
Selama pandemi Covid-19 Asli menilai pembelajaran daring sangat mempengaruhi psikologis orangtua dan murid, karena lebih banyak berkegiatan dengan benda elektronik, termasuk dari segi kesehatan tidak terlalu baik untuk mata.
Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda, Sugeng Chairuddin mengaku telah menerima laporan hasil survei persetujuan dari orangtua. Pemkot Samarinda akan melakukan rapat untuk menentukan hasil apakah pembelajaran tatap muka dapat dilaksanakan Januari 2021 mendatang atau tidak. "Sudah kami terima, nnti akan kami rapatkan untuk hasilnya setelah kami bahas," kata Sugeng.
Beberapa usulan masuk kepihaknya agar pola pembelajaran masih menggunakan sistem online, hal itu dilandasi oleh keamanan bagi siswa. (*)
Penulis : Claudius Vico
Editor: Aspian Nur