"Sebenarnya selama ini sudah ada dilakukan pembinaan kepada guru pembinanya terkait lomba apa saja yang dilombakan makanya ini untuk mengukur sampai dimana implementasi program gema itu di satuan jenjang pendidikan sekolah dasar," kata Tulus kepada Korankaltim.com, Rabu (2/12/2020).
Selain implementasi program pemerintah, lomba ini juga untuk memberikan motivasi kepada peserta didik dan membudayakan gemar membaca Alquran bagi anak-anak tingkat SD.
"Kalau cuma gemar membaca namun tidak dilombakan kan kurang bergairah dan kompetitif.
Ada lima kategori yang dilombakan dan diikuti oleh seluruh SD perwakilan 18 Kecamatan," ungkapnya.
Adapun lima kategori yang dilombakan pada gelaran perdana kali ini ialah Tilawatil, Tartil, Fahmil, Karya Tulis dan Kaligrafi. Disdikbud yang berkolaborasi dengan Kemenag dan LPTQ Kukar ini menargetkan agar gelaran serupa bisa terselenggara lagi di tahun-tahun berikutnya.
"Tahun depan diusahakan tetap terselenggara dengan cakupan peserta yang lebih besar lagi.
Untuk gelaran perdana ini karena sedang pandemi maka kita menyesuaikan dengan standar yang harus dipatuhi sehingga terkesan kurang menggema, tapi InsyaAllah yang pasti ini bentuk dukungan kami terhadap program-program pemerintah yang sudah ditetapkan," tegasnya.
Sementara itu Pembina Karakter Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Bidang SD Disdikbud Kukar, Nurul Huda menambahkan, lomba baca tulis ini sangat tepat untuk membangun karakter peserta didik di jenjang SD. "Lomba ini tentu berdampak positif dalam pembentukan karakter anak terutama terhadap kecintaan nya dengan kitab suci Alquran dan harapannya bisa menjalani kehidupan ini dengan tetap berpedoman teguh pada Alquran," ucapnya.
Penulis : Muhammad Heriansyah
Editor : Rusdi