Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Beijing, Yaya Sutarya menyebut, program bahasa menjadi salah satu upaya diplomatik yang menguatkan hubungan antar negara.
Setelah bahasa Indonesia, kini pihaknya mulai mengenalkan bahasa daerah.
Dalam rangka memperingati Bulan Bahasa dan Sastra tahun 2020, KBRI Beijing, Tiongkok, menggelar berbagai kegiatan yang ditujukan bagi warga negara Tiongkok. Salah satu kegiatan utama yang dilakukan adalah pengenalan bahasa daerah melalui program pembelajaran Bahasa Jawa dan Sunda bagi pemelajar BIPA di Tiongkok.
Ada dua universitas yang mendukung program pembelajaran bahasa daerah tersebut, yakni Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. UNY akan memberikan materi pembelajaran Bahasa Jawa, sedangkan UPI akan memberikan materi pembelajaran Bahasa Sunda. "Semuanya digelar secara daring dulu," ujar Yaya, dalam rilis resmi Kemendikbud diterima Korankaltim.com, Kamis (22/10/2020).
Berbagai usaha telah dilakukan KBRI Beijing dalam penguatan diplomasi bahasa. Hal tersbeut dilakukan melalui pengiriman guru BIPA, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), diskusi terpumpun, bantuan modul pembelajaran, penerbitan buku, penerjemahan, perkamusan, seminar kebahasaan, serta mendorong bahasa daerah, khususnya untuk saat ini bahasa Sunda dan Jawa, untuk menjadi program minor melalui stimulasi kursus bahasa daerah.
Dimulai dengan kursus, Yaya berharap Bahasa Jawa dan Bahasa Sunda itu nantinya akan menjadi program minor di beberapa perguruan tinggi dan tujuh Pusat Studi Indonesia di China.
"Ini bagian dari diplomasi kita dalam menjembatani keragaman bahasa daerah untuk membuka gerbang pemahaman budaya Indonesia secara holistik," tutup Yaya.[]
Penulis/editor : Rusdi