Upacara 17 Agustus, diikuti secara terbatas oleh kepala sekolah dan dewan guru dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan seperti penggunaan masker dan hand sanitizer serta pengaturan jarak.
Sedangkan tim pengibar bendera hanya tiga orang dan lima orang paduan suara. Sementara, para siswa mengikuti upacara secara virtual dari rumah masing-masing.
Untuk lomba melalui daring, ada lima cabang yakni lomba mengarang, pidato Bahasa Inggris, karaoke, performance baju pejuang dan cipta puisi.
“Semuanya dikirim melalui sistem daring. Misalnya siswa yang ikut lomba karaoke, cukup mengirimkan hasil videonya kepada panitia lomba. Untuk lagu wajibnya lagu daerah atau nasional, untuk lagu pilihannya bebas saja. Begitu juga lomba lainnya,” kata Kepala SMAN 2 Tenggarong Jafar Khudhori kepada Koran Kaltim.com, Selasa (18/8/2020).
Ia mengungkapkan aneka lomba yang digelar untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI serta memotivasi siswa agar tetap berkreasi meskipun dalam suasana pandemi Covid-19.
“Memang suasananya tidak nyaman karena dalam kondisi Covid-19, tapi kita harus berinovasi meskipun semuanya dikerjakan dari rumah,” ungkapnya.
Jafar menambahkan, pandemi Covid-19 mengajarkan sekolah agar lebih kreatif terutama dalam memanfaatkan teknologi untuk kepentingan pendidikan.
“Jika selama ini kita hanya mengandalkan tatap muka, maka selama Covid-19 ini, kita harus kreatif dan berinovasi agar kegiatan belajar dan mengajar tetap berjalan sebagaimana mestinya,” pungkasnya.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: M.Huldi