“Pemberian Rp 50 ribu untuk kuota internet itu kita berikan terhitung mulai bulan Agustus. Ini kami berikan ke seluruh murid kami,” kata Kepala SMP IT Nurul Ilmi Tenggarong Ahmad Zainuddin kepada korankaltim.com, Rabu (29/7/2020).
Dalam situasi saat ini, ia pun berharap jika ada orang tua siswa yang merasakan keberatan atau keluhan terkait pembelajaran daring, sebaiknya dibicarakan dan dirembukkan secara kekeluargaan dengan pihak sekolah.
“Kami menyadari pasti ada keluhan, namun secara gambaran umumnya sekolah swasta pasti membuka ruang untuk semua keluhan yang dirasakan orang tua siswa. Semua bisa dibicarakan dan pasti sekolah swasta mampu memberikan solusi yang terbaik. Ini tentu berlaku untuk seluruh sekolah swasta ya,” ungkap Zai, sapaan akrabnya.
Pihak sekolah pun melakukan evaluasi pembelajaran daring setiap pekan untuk jenjang SMP. Sejauh ini pembelajaran Daring berjalan cukup efektif dan terkendali.
Hal ini tentu tidak terlepas dari peran serta orang tua dan guru wali di masing-masing kelas. “Berjalan cukup efektif dan terkendali, setiap pekannya kita evaluasi. Dan Khusus pembelajaran Daring ini kami tekankan pada pemberian tugas pengajaran untuk bagaimana berbakti kepada orang tua, misalnya membantu mencuci piring, menyiapkan sepatu kerja untuk orang tua hingga kita tugaskan sampai memijat orang tua sepulang kerja,” jelasnya.
Ia meyakini jika pembelajaran tidak dilanjutkan dengan sistem Daring, khawatirnya peserta didik justru berprilaku ke arah yang tidak baik, misalnya menggunakan Handphone dengan bermain game ataupun menonton tayangan yang justru merusak akhlak.
“Kita paham sama-sama, pembelajaran Daring ini harus tetap berlangsung dan kami siap dengan kondisi apapun. Guru-guru kami juga memiliki beban moril sebagai tenaga pendidik dan siap memberikan yang terbaik bagi masing-masing anak didiknya di tengah situasi kondisi darurat wabah seperti ini,” pungkas Zai.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: M.Huldi