Guna memudahkan orang tua dan murid terkait sistem ini, TK IT 2 Nurul Ilmi Tenggarong berpedoman kegiatan Belajar Dari Rumah (BDR) tanpa mengejar ketercapaian kurikulum.
“Intinya pembelajaran di PAUD, selama BDR ini adalah tidak mengejar ketercapaian kurikulum, tapi lebih kepada pembentukan karakter dan pembiasaan prilaku yang baik,” kata Kepala TK IT 2 Nurul Ilmi Tenggarong, Lisa Aspina kepada Korankaltim.com, Selasa (28/7/2020).
Lisa menyebutkan, tugas yang diberikan kepada peserta didiknya adalah hal seputar kegiatan sehari-hari di rumah.
“contoh, memisahkan dan mengumpulkan sendok dan garpu, membantu orang tua menyapu, belajar melipat pakaian dan hal serupa,” sebutnya.
Mengingat kesibukan orang tua, sebisa mungkin tugas yang diberikan adalah memanfaatkan bahan-bahan yang memang sudah ada di rumah.
Terkait keluhan uang pendaftaran dan iuran bulanan yang diwajibkan kepada peserta didik, Lisa menegaskan, hal itu sudah menjadi kebijakan dari Yayasan yang menaungi TK IT 2 Nurul Ilmi Tenggarong.
Uang pendaftaran diperuntukkan untuk menggaji tenaga pendidik dan operasional sekolah.
“Kalau uang pendaftaran itu memang dulu itu kami membuka pendaftaran saat sebelum terjadinya pandemi, jadi untuk biaya-biaya itu orang tua tidak ada masalah, dan kalau ada dana-dana yang memang tidak dibutuhkan namun sudah terlanjur dibayar, nanti akan kita kembalikan, contohnya uang konsumsi,” tegasnya.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: M.Huldi