Arif Setiawan, pengurus Yayasan Vidatra menjelaskan, jumlah siswa 1.624 siswa dan tenaga pendidik 143 orang di tempat tersebut. "Yayasan berupaya semaksimal mungkin jaga kualitas dan mutu pendidikan," kata Arif Selasa (28/7/2020) siang tadi.
Vidatra juga menyediakan fasilitas pendukung latihan untuk pelajaran online sejak awal masa pandemi. "Sejak awal pandemi kami berikan pulsa Rp100 ribu ke siswa melalui dana BOS SD dan SMP juga SMA," jelasnya.
Yayasan Vidatra bekerjasama dengan Telkomsel memberikan kartu perdana plus paket data 10 GB. "Kartu perdana ini ada paket 10 GB dan tiap bulan selama pandemi akan kami berikan. Kami juga sudah lakukan simulasi dan kami sediakan masker, faceshield untuk anak-anak SMP dan SMA kelas 1,2 3, apabila ada kegiatan tatap muka karena kami tak mau mengabaikan protokol navigasi kesehatan," papar Arif.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menyambut gembira program Vidatra ini. Menurut Neni sampai saat ini belum ada keputusan mengenai sistem pembelajaran tatap muka, dari Kemendikbud RI. "Kami ikuti arahan Kemendikbud. Yang terpenting saat ini harus sehat karena bisa memutus mata rantai Covid-19," papar Neni.
Neni mengakui kalau dirinya mendapat pesan singkat via SMS atau WhatsApp terkait paket data karena pelajaran online. "Orangtua siswa sering kirim SMS, “bunda tolong bantu paket data karena kami tidak punya uang”, begitu isi SMS dan WA mereka" ungkap Neni.
Pemerintah Kota Bontang 1 Agustus nanti akan meluncurkan program Simpel Jago dan pemberian paket data ke seluruh siswa sebesar Rp27 ribu. "Nanti paket datanya jangan dibuka untuk TikTok ya, atau yang lain-lain, Gunakan ini untuk belajar,," ujar Neni, kepada pelajar SD, SMP dan SMA Vidatra yang hadir di acara tersebut.
Menurutnya, 10 GB akan sia-sia kalau hanya dipakai Tik Tok. "Semaksimal mungkin paket yang diberikan yayasan dipake untuk belajar ya, biasanya bangun tidur bukan belajar tapi langsunh buka medsos. Sekarang kita harus pintar-pintar ya," pesan Neni. (*)
Penulis: Cholisoh
Editor: Aspian Nur