Dikatakan Guru SDN 002 Maluang, Nurhainah, dilaksanakannya kegiatan seperti ini adalah kesepakatan bersama wali murid. Diantara wali murid juga bersedia rumahnya digunakan untuk kegiatan belajar mengajar siswa.
"Karena sebagian orang tua murid ini tidak memiliki HP android maka dari itu kita adakan rapat yang membahas bagaimana kegiatan belajar bisa terus berlangsung dengan baik, dari orang tua murid kemudian mengusulkan proses belajar seperti ini, terus dari salah satu wali murid kemudian bersedia rumahnya digunakan untuk kegiatan belajar mengajar ini," ungkapnya, Kamis (23/7/2020).
"Untuk menghindari kerumunan ini kita bagi tiga kelompok dengan satu kelompoknya terdiri atas sebelas orang, dengan sistem pergantian itu setiap satu jam sekali, dengan waktu belajar sampai jam 11:00 WITA," sambungnya.
Oang tua peserta didik mengaku, sejak dilakukan belajar kelompok melalui tatap muka tersebut anaknya bisa mengikuti pelajaran. Sebelumnya anak-anaknya tak bisa belajar lantaran tidak memiliki jaringan internet dan ponsel pintar.
"Sebenarnya kami selaku orang tua sangat mendukung cara seperti ini, daripada daring di rumah, kalau di rumah kan kurang maksimal. Kalau begini proses belajar bisa lebih mudah dipahami anak didik," ungkap salah satu orang tua, Kornelius.
"Tinggal dari peran guru yang mengajar agar selalu ikut mengawasi anak didik supaya bisa selalu menerapkan protokol kesehatan, paling tidak pakai masker dan rutin mencuci tangan," pungkasnya.
Penulis : Indra
Editor: M.Huldi