Terkait hal ini pihak Unmul mengeluarkan surat resmi menanggapi kabar yang beredar tersebut. “Ada informasi di masyarakat kalau di Fakultas Kesehatan Masyarakat Unmul ada yang positif Covid-19. Kami tegaskan informasi itu tidak benar karena hasil tes di FKM Unmul hanya hasil screening immunoglobulin yang dapat dipengaruhi berbagai factor,” kata Risvan, SKM, Mkes, Dekan di FKM Unmul dalam rilis yang dikirimnya kepada media Sabtu (18/7/2020) siang tadi.
Kamis (16/7/2020) lalu FKM Unmul memang menggelar rapid tes kepada dosen, tenaga kependidikan dan petugas keamanan yang merupakan inisiatif dan komitmen FKM untuk memberikan contoh pentingnya kegiatan screening di lingkungan pendidikan dalam upaya pencegahan dan penanganan Covid-19.
“Rapid test ini sudah direncanakan sebelumnya dan dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan dan dari hasil pemeriksaan tersebut didapatkan 1 orang reaktif,” katanya lagi.
Satu orang yang reaktif dalam pemeriksaan rapid test tersebut tidak memiliki riwayat perjalanan keluar kota dan tidak memiliki riwayat kontak dengan orang yang positif Covid-19 serta tidak ada riwayat pergi ke tempat-tempat yang berpotensi terjadinya penularan virus corona. “Perlu dipahami rapid test tidak selektif untuk satu jenis virus saja. Referensi yang dikutip ada 12 virus dapat menghasilkan pemeriksaan yang reaktif seperti dengue, hepatitis, dan virus lainnya,” papar Risvan.
Selain membantah kabar positifnya satu orang di Unmul, Risvan juga memastikan tidak ada rapat besar yang digelar pihak universitas. “Seluruh kegiatan di FKM Unmul dilakukan dengan mengikuti protokol kesehatan, jadi tidak benar kalau disebutkan kami menggelar rapat besar yang dihadiri unsur penting di Unmul,” paparnya.
Surat yang dibuat FKM Unmul tersebut ditujukan kepada rektor, wakil rektor, dekan dan wakil dekan termasuk ketua Satgas Covid-19 Unmul dan seluruh sivitas akademika dalam lingkup Universitas Mulawarman. (*)
Penulis: Tim korankaltim