Selain itu upaya penyesuaian atas sistem pelayanan yang mengedepankan pelayanan berbasis non tatap muka mengandalkan teknologi komunikasi, disebut Santi penerapannya di Indonesia juga menghadapi banyak tantangan. Mulai dari masyarakat Indonesia yang diakui agak terlambat, dalam pemanfaatan pelayanan berbasis digital, hingga sarana dan prasarana pendukung yang masih belum memadai.
Yang terjadi selanjutnya kebijakan yang diterapkan pemerintah terkadang berbeda dengan pemahaman masyarakat. Untuk itu, baik pemerintah maupun masyarakat sendiri, disebut Santi harus sama-sama memaklumi kondisi ini. "Sistem sudah dirubah, tapi tidak akan semudah membalik telapak tangan," tukasnya.
Namun Santi mengakui upaya yang dilakukan pemerintah, dalam hal inovasi pelayanan di tengah pandemi sudah dapat dikatakan maksimal. Walaupun, memang belum bisa memenuhi ekspektasi masyarakat secara luas. "Pelajarannya adalah, suka atau tidak saya berfikir kondisi ini membuat kita untuk belajar ikuti perkembangan teknologi. Pemerintah dan masyarakat, harus sama-sama belajar," jelasnya.
Pemerintah diharapkan meningkatkan upaya edukasi kepada masyarakat dan mendorong digitalisasi dengan pemanfaatan teknologi, dalam layanan publik. Tapi, ia juga mengingatkan pemerintah tak lupa memastikan, fasilitas dan sarana pendukung layanan berbasis digital benar-benar tersedia. "Peran pemertintah menuju era digital, wajib siapkan kelengkapan fasiltias yang memungkinkan atau memadadai untuk itu. Kan ada daerah yang belum terjangkau internet. Perlu dipikirkan kedepan oleh pemerintah, siapkan fasiltas dan sarana pendukung untuk masyarakat," pungkas Santi.
Penulis : Rusdi
Editor: Aspian Nur