Namun tiba-tiba nama anaknya berpindah ke sekolah negeri lain dengan nilai akhir justru menurun."Jadi anak saya daftar melalui jalur zonasi tiba-tiba tanpa ada pemberitahuan, anak saya pindah ke SMP lain dengan nilai justru turun. Dari nilai akhir 831 menjadi 585," ucapnya kepada korankaltim.com Minggu (28/6/2020).
AH pun mendatangi sekolah yang dimaksud untuk berkoordinasi kepada operator yang melakukan verifikasi data."Hasil koordinasi lalu dibukakan oleh operator di PPDB lalu dijelaskan kenapa nilainya turun. Katanya sistemnya," tuturnya.
Dia menjelaskan bahwa turunnya nilai akhir sekolah tersebut karena adanya perubahan zonasi ke jalur prestasi. Di mana pada jalur prestasi hanya dinilai 6 mata pelajaran sedangkan di jalur zonasi 9 mata pelajaran sehingga terjadi pengurangan nilai akhir hingga hilangnya nama si pendaftar.
"Karena sistem alasannya. Berubahnya karena ditarik ke sistem prestasi bukan masuk zonasi. Tanpa adanya kordinasi atau pemberitahuan dengan wali murid," jelasnya.
Hal senada juga dialami oleh wali murid lainnya bernama Putri Hertiah yang mengaku anaknya syok lantaran nilainya turun drastis.
" Saya sama anak saya syok dengan penurunan nilai yang sangat drastis. Alasannya sistem terjadi perubahan. Padahal anak saya nilai akhirnya 839 menjadi 587 ada selisih dan tidak adanya koordinasi dari pihak sekolah atau operator ke orang tua murid," timpalnya.
Dia menyayangkan kejadian tersebut di mana sistem PPDB melalui daring dapat berubah-ubah tanpa adanya koordinasi dengan orang tua murid.
" Apapun itu tidak boleh seenaknya merubah ditambah gak ada koordinasi tahu-tahu kita sebagai wali murid kaget," tegasnya.
Menanggapi kejadian tersebut awak media mencoba menghubungi Kepala Dinas Pendidikan Kota Balikpapan Muhaimin namun belum mendapat respon.
Penulis: Yudi Hadi
Editor: Desman Minang