Menanggapi hasil capaian Unmul tersebut, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Hubungan Masyarakat, Bohari Yusuf mengaku tak mempermasalahkan terkait peringkat Unmul yang dirilis 4ICU, karena setiap tahun, peringkat Unmul selalu fluktuatif, artinya terkadang bisa masuk 50 besar atau turun di bawah 50 besar.
Bahkan menurut Bohari, peringkat 65 besar yang dicapai Unmul itu sudah cukup baik, terlebih jika dilihat dari jumlah perguruan tinggi yang ada di Indonesia baik negeri maupun swasta yang jumlahnya mencapai empat ribu lebih.
Tak hanya itu, jika dilihat berdasarkan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) non agama yang jumlahnya mencapai 130 PTN, peringkat 65 pun jelas Bohari bukan sebuah hasil buruk.“Lagi-lagi hasil pemeringkatan ini fluktuatif setiap tahunnya, apalagi lembaga pemeringkatan ini melihatnya dari keaktifan muncul di web atau forum online,” kata Bohari kepada korankaltim.com, Kamis (18/6/2020).
Dia menambahkan, peringkat cukup baik diraih Unmul jika berkaca dari hasil lembaga Scopus yang melakukan pemeringkatan berdasarkan publikasi ilmiah, dimana Unmul berada pada peringkat 30 besar universitas terbaik di Tanah Air.
“Semua hasil pemeringkatan lembaga Internasional ini kami lihat semua datanya, baik dari 4ICU, Webo Matrik maupun Scopus, pemeringkatan ini sebagai gambaran kita saja, supaya terus bisa berbenah,” terangnya.
Dia mengakui meski memantau hasill rilis lembaga pemeringkatan Internasional tersebut, Unmul sebagai sebuah PTN tetap melakukan tolak ukur dan berpedoman pada hasil rilis pemeringkatan yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang menyusun peringkat berbasis data hasil input dari PTN bersangkutan.
Hasil capaian Unmul pun jelas Bohari selalu fluktuatif. Tahun lalu, Unmul berada di peringkat 80 PTN terbaik di Indonesia, dan dua tahun sebelumnya sempat berada di peringkat 40 besar. Hasil pemeringkatan oleh Kemendikbud ini kata Bohari tergantung keaktifan PTN memperbaharui data.
“Misalnya, ada dosen yang sudah meraih gelar Doktor, ini harus diinput, datanya diperbaharui, karena memengaruhi pemeringkatan. Terakhir kami input data ini pada 15 Juni lalu,” tuturnya.
Tak hanya itu, Unmul pun jelas Bohari terus berupaya agar akreditasi semua program studi (prodi) di kampus bisa naik setiap tahunya, meski secara umum Unmul sudah memiliki akreditasi A. Adapun sejumlah prodi baru seperti kedokteran gigi, geofisika dan matematika termasuk arsitektur yang baru akan dibuka pada tahun ajaran baru ini, masih mengantongi akreditasi C.
Penulis: Maruli
Editor: Desman Minang