Direktur Program Pascarasarjana, IAIN Samarinda, Dr HM Tahir, MM mengatakan, pada penerimaan maba Pps gelombang kedua ini pihaknya akan membuka dua kelas untuk setiap prodi terkecuali PAI yang sudah mengantongi akreditasi A, sehingga pihaknya bisa membuka maksimal tiga kelas.
“Untuk tiap kelasnya maksimal 25 mahasiswa saja dan ternyata animo calon mahasiswa program pascasarjana ini cukup tinggi, bahkan pada pendaftaran digelombang pertama, sudah ada 97 orang yang mendaftar dan hari ini mereka akan mengikuti tes tertulis dan wawancara secara online,” kata Tahir Rabu (3/6/2020) siang.
Dia juga mengatakan, program pascasarjana di IAIN Samarinda tak kalah dengan kampus IAIN lainnya di Indonesia. Bahkan, untuk prodi PAI, satu-satunya di Kalimantan yang sudah mengantongi akreditasi A. Demikian pula dengan prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) menjadi satu-satunya yang ada di Kalimantan. Selain itu, ada pula PIAUD yang juga menjadi satu-satunya prodi pascasarjana yang ada di wilayah Indonesia bagian Timur. “Kalau di IAIN Samarinda ini sangat mungkin kuliah sambil bekerja, karena sudah banyak juga mahasiswa pascasarjana kami yang justru sudah bekerja duluan dan mereka bisa sambil kuliah,” tambah Tahir.
Tak hanya dari Samarinda, mahasiswa program pascasarjana IAIN juga cukup banyak yang berasal dari luar kota seperti Kutai Kartanegara (Kukar), Kutai Timur (Kutim), Balikpapan, Bontang, bahkan Berau dan dari wilayah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).
Dia berharap, keinginan pihak kampus IAIN untuk bisa beralih status menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) dapat segera terwujud, sehingga semakin banyak program studi yang bisa dibuka dan dapat menghasilkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas yang akan ikut berperan dalam pembangunan khususnya di Kalimantan Timur.
“Sudah beberapa kali kami (IAIN) mendapat kunjungan dari Kementrian Agama, KemenPAN-RB untuk melakukan asesmen melihat kesiapan IAIN menjadi UIN. Mudah-mudahan bisa segera terwujud, apalagi Kaltim informasinya akan menjadi Ibukota Negara baru, dan ini bisa menjadi daya tawar dan bahan pertimbangan. Ini kesempatan besar bagi masyarakat Kaltim dan Kaltara untuk ikut andil dalam menyukseskan dan memperkuat SDM di ibukota baru nanti, tentu dengan jenjang pendidikan yang mendukung,” jelasnya.
Penulis: Maruly
Editor: Desman Minang