Beberapa hal teknis menjadi kendala belum tersalurkannya semua dana dari bank penyalur ke rekening penerima BKT. "Pertama ada rekening penerima, yang mati karena lama tak aktif. Lalu, ada pula rekening penerima atas nama orang tua, tanpa ada Cq nama penerima ( siswa SD dan SMP)," paparnya.
Selanjutnya ada pula rekening penerima yang bukan pada bank yg ditunjuk. Hal ini akan diselesaikan pada Senin dan Selasa besok, dengan koordinasi kepada pihak bank. "Kami berharap semua tersalur ke rekening masing-masing. Dua hari ini kami akan komunikasi dengan bank untuk solusinya. Semoga bisa kita menyelesaikan nya . Doakan ya bank nya kooperatif dan solutif," harap Iman.
Dari data diperoleh korankaltim.com dari situs resmi BKT di www.kaltimtuntas.id ada 106 nama calon penerima, yang belum bisa menerima beasiswanya, karena persoalan teknis pada rekening penerima. Pada situs tersebut, 106 orang calon penerima diminta membuat rekening baru. Untuk diketahui, jumlah penerima BKT pada periode 2019 ini mecapai 13.332 orang penerima beasiswa. Dari sisi anggaran, dari rencana alokasi Rp165.157.948.672 (Rp165,1 miliar) realisasi penyaluran hanya berkisar RpRp149.931.757.300 (Rp149,9 miliar). Mulanya, satu orang penerima BKT diprediksi memerlukan biaya hingga Rp8 juta per semester. Tapi ternyata, pendaftar yang ada memerlukan biaya dibawah itu. Sehingga, dengan alokasi dana yang ada, jumlah penerimanya bisa lebih banyak.
Terdapat 2 kategori umum penerima beasiswa yakni beasiswa tuntas dan stimulan. Untuk beasiswa tuntas, nantinya penerima beasiswa akan diberikan semacam kartu, karena pencairan akan dilakukan secara berkala. Sementara untuk kategori stimulan, akan ditransfer langsung ke rekening penerima.[*]
Penulis : Rusdi
Editor : Aspian Nur