UN Mau Dihapus Tokoh Pendidikan Kaltim Tak Setuju
1 menit baca1.497 kali dibaca
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Tokoh pendidikan, yang pernah menjabat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim dan Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kaltim Musyahrim, mengaku tak setuju terhadap wacana penghapusan Ujian Nasional (UN) yang dikeluarkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim.
Musyahrim yang kini menjabat Sekretaris PGRI Kaltim ini, menyebut UN merupakankan salah satu ukuran untuk menilai kompetensi peserta didik. "Bagaimana mungkin kalau tidak ada UN kita bisa tahu ukuran. Anak di Mahulu dapat nilai 8, menurut evaluasi guru di Mahulu. Anak di Samarinda dapat 7, darimana standarnya?. Kalau standar dibuat secara nasional kalau 7 di Mahulu itu sama dengan sekolah nilai 7 yang ada di Jakarta," ujar Musyahrim kepada korankaltim.com Sabtu (21/12/2019) akhir pekan tadi.










