Kepala Seksi Tata Usaha UPTD Museum Mulawarman Badrul Munir mengatakan program edukasi museum ini sudah dilangsungkan sejak tahun 1980 hingga 1990-an.
"Sebelum adanya otonomi daerah, museum ini kewenangannya ada di pusat dan melalui dana dari APBN memang ada program penyebarluasan informasi tentang permuseuman, tapi dulu museum yang masuk sekolah," kata Badrul kepada KORANKALTIM.COM, Selasa (23/7/2019).
Badrul mengungkapkan museum masuk sekolah program terdahulu itu dengan cara membawa benda-benda sejarah ke sekolah-sekolah. Ada juga kegiatan berupa pameran yang ditujukan kepada anak sekolah.
"Itu dulu kami yang berkunjung ke sekolah-sekolah, itu dulu waktu sebelum otonomi daerah sekitar tahun 80'-an keatas dan disamping itu juga mengadakan pameran keliling setiap kabupaten," ungkapnya.
"Dan adanya otonomi daerah ini kita dapat alokasi DAK dari APBN untuk menyelenggarakan program ini, salah satunya sekolah masuk museum untuk jenjang SMA sederajat, lomba mewarnai dan melukis untuk tingkat SD. Nanti bulan Agustus kita adakan lomba Cerdas cermat untuk tingkat SMP dan pemenang nanti menjadi perwakilan Kaltim untuk di tingkat pusat," demikian Badrul.
Penulis : Muhammad Heriansyah
Editor : M.Huldi