Petugas Ambulans Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kukar, Adi Prayogi mengatakan, jasad korban dievakuasi oleh tim penyelam pada pukul 21.21 Wita. Koban sendiri dilaporkan tenggelam pukul 17.55 Wita.
Ia menjelaskan, jasad ditemukan berjarak sekitar 200 meter dari tempat kejadian perkara (TKP). Posisinya tersangkut ranting dan sempat terombang-ambing terbawa arus saat diangkat ke permukaan.
Tim gabungan menggunakan metode penyelaman air dalam dengan alat selam lengkap.
"Proses evakuasi sempat mengalami kesulitan karena arus air yang berputar di bawah," ungkapnya.
Sementara, menurut pengakuan kekasih korban, Eca, ia sempat menolak ajakan untuk pergi ke air terjun tersebut karena hari sudah sore. Namun korban disebut tetap pengin menuju ke lokasi itu.
Diberitakan sebelumnya, niat baik berujung petaka menimpa seorang remaja bernama Gazali Irawan. Ia dilaporkan tenggelam setelah berupaya menolong kekasihnya yang terpeleset saat diduga hendak membuat video.
Saksi mata di lokasi kejadian Ali Fathir Hasan kepada Korankaltim.com menjelaskan, peristiwa nahas tersebut terjadi menjelang petang, sekitar pukul 17.55 Wita.
Saat itu, suasana di sekitar objek wisata sudah mulai sepi karena sebagian besar pengunjung bersiap untuk pulang.
Sebelum insiden terjadi, Ali melihat Gazali datang berdua bersama kekasihnya Eca, remaja putri berusia 20 tahun. Mereka berjalan menuruni sela-sela bebatuan menuju area bawah air terjun.
"Posisinya memang pas saya baru mau naik ke atas. Mereka itu baru datang berdua. Mereka belum sampai turun ke tengah, masih di sela-sela bebatuan mau turun ke bawah," ujar Ali.
Insiden ini dimulai ketika Eca terpeleset saat hendak menuju area pemandian untuk membuat video. Gazali yang melihat hal tersebut langsung berupaya memberikan pertolongan kepada sang pacar, namun justru dirinya yang terseret arus dan tenggelam.
Ali mengaku baru menyadari setelah terdengar teriakan histeris dari Eca. Dirinya yang saat itu sudah berada di area atas untuk mengeringkan badan langsung merespons suara minta tolong tersebut.
"Saat saya di atas mendengar suara teriak-teriak minta tolong. Saya langsung refleks berteriak balik menanyakan keberadaan cowoknya," ucap Ali.
Editor: Sardiman