Warga Dengar Ledakan, Enam Bangunan di Kota Samarinda Terbakar
2 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Adnan Abdul
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA — Musibah kebakaran tak hanya terjadi di Kota Balikpapan pada Sabtu (23/5/2026) hari ini.
Di Kota Samarinda si jago merah juga mengamuk di kawasan padat penduduk tepatnya di Jalan Revolusi Gang Indah RT 05 Kelurahan Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjangnsiang tadi sekitar pukul 13.35 WITA.
Sedikitnya enam bangunan dilaporkan terbakar dalam peristiwa tersebut. Warga sekitar juga sempat mendengar beberapa kali suara ledakan saat api membesar.
Bagus, seorang saksi mengatakan api awalnya muncul dari satu kamar rumah dalam bentuk kepulan asap sebelum akhirnya membesar dan merembet ke bangunan lain.
“Awalnya cuma asap, pas kami dekati apinya tambah besar,” ujar Bagus di lokasi kejadian.
Situasi semakin mencekam ketika kaca rumah pecah akibat panas tinggi. Tak lama setelah itu terdengar beberapa kali suara ledakan dari dalam bangunan yang terbakar.
“Kacanya pecah mungkin karena panas. Ada suara ledakan juga, ada yang kecil dan ada yang besar,” ungkap Bagus.
Warga menduga suara ledakan berasal dari tabung gas yang berada di dalam rumah. Beruntung, saat kejadian rumah dalam keadaan kosong karena pemilik sedang bekerja sehingga tidak ada korban jiwa maupun penghuni yang terjebak.
“Orangnya lagi kerja, jadi tidak ada di rumah,” tambahnya.
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Disdamkarmat Kota Samarinda Akhmad Supriyanto mengatakan pihaknya langsung mengerahkan armada setelah menerima laporan kebakaran dari masyarakat.
“Karena lokasi padat penduduk, kami langsung menurunkan tiga posko untuk mengantisipasi api meluas,” kata Supriyanto.
Data sementara mencatat enam bangunan terbakar, terdiri dari empat rumah tunggal dan dua bangsalan. Proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam dengan dukungan suplai air dari para relawan di lapangan.
Kendala utama petugas saat pemadaman adalah akses jalan yang sempit menuju lokasi. Meski demikian, api berhasil dikendalikan sebelum merambat lebih luas ke permukiman warga lainnya.
“Seorang relawan sempat mengalami sesak napas akibat asap tebal saat proses pemadaman dan langsung dibawa tim ambulans untuk mendapatkan penanganan medis. Untuk penyebab pasti kebakaran, saat ini masih dalam penyelidikan pihak berwenang,” pungkasnya.
Editor: Aspian Nur










