Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, pria tersebut awalnya masih dalam keadaan hidup ketika dievakuasi dari lokasi kejadian menggunakan perahu milik warga. Namun, korban mengembuskan napas terakhir di tengah perjalanan menuju daratan akibat mengalami pendarahan hebat pada tangan kanannya.
Salah seorang warga, Arifin, mengaku ikut membantu proses evakuasi korban. Ia mengatakan dihubungi pihak perusahaan sekitar pukul 03.00 Wita untuk membantu membawa seorang pria yang disebut sedang sakit.
“Saya awalnya cuma diminta jemput orang sakit pakai perahu. Setelah sampai di lokasi ternyata kondisinya sudah parah dan penuh darah,” kata Arifin pada Minggu (10/5/2026).
Menurutnya, korban dibawa oleh beberapa pekerja galangan kapal menuju perahu dalam kondisi lemah dan sulit berbicara. Luka besar di bagian tangan korban terus mengeluarkan darah selama proses perjalanan.
“Waktu dinaikkan ke perahu masih hidup, tapi sudah tidak kuat bicara. Darah terus keluar dari tangannya,” ujarnya.
Arifin menjelaskan akses menuju lokasi cukup sulit karena harus melewati jalur rawa sempit di kawasan Kampung Balik Buaya, RT 46. Di tengah perjalanan, kondisi korban semakin memburuk hingga akhirnya meninggal dunia sebelum tiba di daratan.
“Korban meninggal saat perjalanan. Kemungkinan karena kehabisan darah,” jelasnya.
Ia juga mengaku tidak mengenal pria tersebut dan memastikan korban bukan warga sekitar. Berdasarkan informasi yang beredar di lokasi kejadian, korban diduga sempat terlibat perkelahian usai dipergoki melakukan pencurian di area galangan kapal.
“Kalau kejadian pastinya saya tidak tahu, saya cuma membantu evakuasi,” tuturnya.
Usai dievakuasi, jasad korban dibawa Tim Inafis Polresta Samarinda ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie untuk proses identifikasi. Sementara itu, kasus tersebut kini dalam penanganan Polsek Palaran guna penyelidikan lebih lanjut.
Editor: Erwin