Insiden tersebut menyebabkan sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat rusak, serta empat warga mengalami luka-luka.
Pamapta III Polresta Samarinda Aiptu Joko Wahyudi menjelaskan, kecelakaan bermula saat truk berpelat nomor DN 8508 EB melaju dari arah Samarinda menuju Bontang. Namun, di tengah perjalanan, kendaraan tersebut diduga mengalami gangguan pada sistem pengereman.
“Menurut pengakuan sopir, kondisi rem seperti batu, tidak bisa diinjak, dan rem tangan juga tidak berfungsi. Akibatnya, truk tidak dapat dikendalikan dan menabrak sejumlah kendaraan serta warga di sekitar lokasi kejadian,” ungkapnya saat ditemui di lokasi kejadian.
Ia merinci, terdapat lima unit mobil yang terlibat dalam insiden tersebut. Dari jumlah itu, dua kendaraan mengalami kerusakan ringan dan telah dibawa pemiliknya untuk diperbaiki secara mandiri. Sementara tiga mobil lainnya mengalami kerusakan parah dan masih berada di lokasi kejadian karena tidak dapat dipindahkan.
Selain itu, enam sepeda motor turut terdampak. Dua di antaranya mengalami kerusakan ringan dan telah diamankan oleh pemiliknya, sedangkan empat unit lainnya masih berada di tempat kejadian perkara (TKP).
“Kemudian untuk korban, ada empat warga yang mengalami luka-luka dan sudah dilarikan ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie. Tiga di antaranya perempuan dan satu laki-laki,” jelasnya.
Joko menambahkan, salah satu korban perempuan mengalami luka cukup serius berupa patah tulang pada bagian kaki dan saat ini tengah mendapatkan penanganan medis intensif.
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kecelakaan, termasuk memeriksa kondisi teknis kendaraan dan keterangan sopir.
Arus lalu lintas di lokasi sempat mengalami kemacetan, namun kini telah berangsur normal setelah dilakukan evakuasi.
Editor: Erwin