Petugas dari Polresta Samarinda yang menerima laporan langsung menuju lokasi kejadian dan menemukan adanya korban akibat insiden tersebut. Hingga saat ini, jumlah korban masih dalam pendataan oleh pihak kepolisian.
Pampta I Polresta Samarinda Ipda Mat Bahri menjelaskan, mereka awalnya menerima informasi terkait dugaan tabrak lari sebelum akhirnya memastikan kejadian tersebut benar terjadi di lapangan.
“Awalnya kami dapat informasi ada tabrak lari. Setelah itu kami langsung menuju lokasi dan memang benar ada tabrak lari serta ada beberapa korban,” kata Bahri kepada Korankaltim.com Sabtu (25/4/2026)
Data sementara, jumlah korban mencapai sekitar 10 orang. “Kurang lebih yang masih kami data itu ada 10 korban,” jelasnya.
Setelah kejadian, pelaku sempat melarikan diri dan berpindah-pindah lokasi. Namun berkat upaya relawan yang turut membantu melakukan pengejaran, pelaku akhirnya berhasil diamankan pada Sabtu (25/4/2026) dini hari sekitar pukul 03.51 WITA di kawasan Jalan AW Syahranie Gang 5, Samarinda Utara.
“Untuk informasinya, pelaku telah ditangkap. Awalnya tim relawan mengikuti pergerakan pelaku hingga akhirnya diamankan di kawasan tersebut,” sebut Bahri lagi.
Saat ini, pelaku telah dibawa ke Polsek Samarinda Ulu untuk pemeriksaan awal sebelum penanganan lebih lanjut dilimpahkan ke Unit Gakkum Satlantas Polresta Samarinda.
Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengaku melarikan diri karena panik. Ia menyebut sempat bertemu dengan seseorang yang baru dikenalnya melalui media sosial sebelum kejadian berlangsung. “Pelaku merasa ketakutan setelah didatangi dua orang yang menggedor mobilnya, sehingga langsung melarikan diri hingga terjadilah tabrak lari,” papar Bahri.
Kasus ini kini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak Satlantas Polresta Samarinda.
Editor: Aspian Nur