Gadis itu nyaris menjadi sasaran pelecehan seksual oleh seorang pemuda berusia 23 tahun yang merupakan tetangga depan rumahnya sendiri pada Senin (19/4/2026) dini hari lalu.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 02.00 WITA. Pelaku diduga masuk ke dalam rumah yang hanya dihuni oleh korban dan neneknya melalui lubang jamban kayu di bagian belakang rumah. Saat itu, korban tengah tertidur di dalam kelambu.
"Cucu saya terbangun karena dia (pelaku) sudah masuk ke dalam kelambu dan mencoba merebahkan cucu saya. Beruntung cucu saya melawan dan berteriak memanggil saya, nenek, nenek," ujar sang nenek Kepada Korankaltim, Kamis (23/4/2026).
Mendengar teriakan tersebut, sang nenek yang tidur langsung terbangun dan spontan mengambil kayu penumbuk untuk memukul pelaku. Namun naas, saat hendak mengayunkan kayu, kepala sang nenek tersangkut tali kelambu hingga terjatuh.
"Aku ambil kayu mau memukul lalu jatuh karena tersangkut tali kelambu sampai putus. Pelaku langsung kabur lewat jalan dia masuk tadi," sebut si nenek.
Kejadian ini diperkuat dengan bantuan tetangga yang memberikan senter untuk menyisir lokasi. Ditemukan jejak kaki berlumpur yang mengarah dari lubang WC menuju area rumah. Nenek dan si cucu mengaku mengenali wajah pelaku dengan jelas karena kondisi ruangan yang cukup terang saat kejadian.
Terduga pelaku diketahui merupakan seorang buruh serabutan berusia 23 tahun. Mirisnya, menurut informasi dari Sekretaris Desa (Sekdes) Sepatin, Suhardi, terduga pelaku juga pernah terlibat kasus serupa saat dirinya masih di bawah umur sekitar tahun 2017-2018 dengan korban ibu rumah tangga.
Ketua TRC PPA Kaltim, Rina Zaitun, yang mendampingi pelaporan ke Polres Kukar, mengungkapkan korban saat ini mengalami trauma berat. "Korban masih ketakutan dan susah tidur. Saat ini ia diungsikan ke rumah kerabat di daerah darat (Anggana) agar merasa lebih aman," jelas Rina.
Pihak keluarga telah resmi melaporkan kasus ini ke Polres Kukar dengan membawa bukti-bukti foto jejak kaki dan keterangan saksi.
Kedua orangtua gadis itu diketahui sedang berada di Palu, Sulawesi Tengah, saat kejadian berlangsung. Menanggapi kasus ini Suhardi meminta pihak keluarga pelaku untuk kooperatif mengikuti proses hukum yang berlaku.
Ia juga menegaskan akan memperketat keamanan desa usai laporan ini dilayanhkan ke Polres Kukar. "Kami akan melakukan pengamanan ketat dan mungkin mengadakan shift malam (ronda) agar kejadian serupa tidak terulang kembali di lingkungan kami," tegas Suhardi.
Kini pihak kepolisian mulai bergerak mendalami laporan tersebut, sementara terduga pelaku dilaporkan masih bebas berkeliaran. Keluarga berharap kepolisian segera bertindak cepat demi keamanan warga dan keadilan bagi korban.
Editor: Aspian Nur