Jenazah korban ditemukan sekitar pukul 20.25 WITA oleh keluarga bersama warga setempat yang menyisir sungai secara mandiri. Tubuh korban berada sekitar satu kilometer ke arah hilir dari lokasi awal kejadian, mengapung mengikuti arus sungai yang surut.
Anggota Relawan Anggana, Meri mengatakan bahwa sesaat setelah ditemukan, jenazah langsung dievakuasi oleh warga dan tim di lapangan untuk dibawa ke rumah duka.
Berdasarkan pengamatan awal di lokasi, terdapat indikasi luka pada tubuh korban. Dugaan sementara, korban sempat diserang oleh binatang buas, diduga buaya sebelum tubuhnya terbawa arus ke area hilir.
“Berdasarkan pemeriksaan kami saat jasad korban ditemukan ada bekas luka gigitan yang diduga buaya pada bagian banda korban,” ungkapnya.
Meski demikian, ia menekankan kepastian penyebab luka pada korban masih menunggu hasil identifikasi lebih lanjut.
Seiring ditemukannya korban, Tim SAR Gabungan bersama para relawan menggelar briefing singkat pada pukul 21.00 WITA untuk secara resmi menutup operasi pencarian. Seluruh unsur yang terlibat kemudian dikembalikan ke kesatuan masing-masing dengan ucapan terima kasih atas dedikasi selama empat hari terakhir.
Menanggapi musibah ini, pihaknya mengimbau orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat beraktivitas di sekitar perairan Sungai Mahakam, Kutai Lama. Karakteristik arus sungai dan keberadaan satwa liar di beberapa titik menuntut kewaspadaan tinggi guna mencegah terulangnya kejadian serupa.
"Kami minta warga selalu waspada khususnya kepada anak-anak mengenai bahaya bermain di pinggir sungai tanpa pengawasan sangatlah penting, mengingat kondisi alam yang sulit diprediksi," tutupnya.
Editor: Erwin