Wali Kota Samarinda Andi Harun turun langsung meninjau lokasi kebakaran guna memastikan penanganan darurat serta langkah pemulihan segera dilakukan.
Ppercepatan pembangunan kembali menjadi prioritas utama agar para pedagang dapat segera beraktivitas. “Kalau permanen pasti pedagang terlalu lama menunggu, kami akan membangun secepat mungkin supaya pedagang bisa aktif kembali berjualan dan pekerjaannya tidak terlalu lama,” kata Andi Harun kepada Korankaltim.com disela peninjauan siang tadi.
Proses pengerjaan diinstruksikan dipercepat dengan melibatkan lebih banyak tenaga kerja. Opsi swakelola turut dibuka guna menghindari keterlambatan akibat keterbatasan personel di lapangan. “Saya minta ke Asisten II (Marnabas Patiroy) untuk mendesain jenis bangunan, dan kalau memungkinkan melibatkan banyak tenaga kerja supaya cepat selesai,” ujar Andi Harun lagi.
Kendati demikian, ia menyoroti kerawanan kebakaran di Pasar Segiri yang dipicu oleh tata ruang tidak teratur serta tumpang tindih fungsi area. Selain itu, faktor kedisiplinan pedagang dalam menjaga lingkungan pasar juga menjadi perhatian serius.
“Secara tata ruang kondisi Pasar Segiri memang sulit dihindari, karena banyak fungsi ruang yang saling bertabrakan,” ungkapnya.
Masalah lain yang tak kalah penting adalah instalasi listrik yang semrawut. Kondisi tersebut dinilai sebagai ancaman nyata yang berpotensi memicu hubungan pendek arus listrik.
“Secara uum konflik fungsi ruang sudah terjadi, belum lagi kabel yang tersambung tidak rapi. Ini yang menjadi dasar kami untuk memikirkan peremajaan Pasar Segiri,” tegasnya.
Pemkot Samarinda berharap rencana peremajaan pasar yang telah berusia puluhan tahun ini mendapat dukungan penuh dari para pedagang. Realisasi tersebut ditargetkan segera dimulai jika kondisi keuangan daerah memungkinkan.
“Mudahan rencana ini mendapat dukungan pedagang dan kami bisa membangunnya jika fiskal memungkinkan, mudah-mudahan tahun depan bisa dimulai,” harap Andi Harun.