Peristiwa ini terjadi saat warga masih terlelap. Api pertama kali terlihat sekitar pukul 04.20 WITA jelang azan Subuh berkumandang. Api dengan cepat membesar, lalu merembet ke bangunan lain yang berada sangat berdekatan.
Sedikitnya enam bangunan dilaporkan hangus terbakar, terdiri dari lima rumah warga dan satu bangunan tempat ibadah, tidak sempat diselamatkan karena api sudah terlanjur membesar saat diketahui.
Via, seorang warga sekitar mengaku terbangun setelah mendengar teriakan dari sekitar lokasi dan langsung keluar rumah dan mendapati api sudah membesar. “Saya kaget karena ada yang teriak. Pas keluar, api sudah tinggi dari arah dapur. Kami langsung panik dan hanya sempat menyelamatkan barang seadanya,” kata Via.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Samarinda Hendra AH mengatakan, mereka segera mengerahkan armada setelah menerima laporan dari warga.
“Unit langsung bergerak begitu laporan masuk. Petugas tiba sekitar pukul 04.38 WITA dan mulai melakukan pemadaman tidak lama setelah itu,” sebut Hendra.
Proses pemadaman berlangsung cukup lama karena kondisi bangunan yang berdempetan dan mudah terbakar. Api baru bisa dikendalikan sekitar pukul 06.30 WITA. “Api cepat meluas karena jarak antarbangunan rapat dan materialnya mudah terbakar,” jelas Hendra.
Dalam penanganan kejadian ini, petugas dibantu relawan serta tim pemadam dari Kutai Kartanegara sektor Loa Janan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun satu warga mengalami luka ringan. “Dugaan awal api berasal dari dapur, namun masih dalam penyelidikan,” tutup Hendra.
Editor: Aspian Nur